Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN, Mata Aktual News – Gelombang pengungkapan kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian negara yang mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah terus memantik kemarahan publik. Di saat uang negara diduga raib dalam jumlah fantastis, banyak masyarakat di daerah justru masih bergelut dengan tekanan ekonomi dan dampak kebijakan efisiensi anggaran.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Ketua Umum LSM KPKB, Dede Mulyana. Ia menilai pemberantasan korupsi harus dibarengi dengan langkah nyata pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak.

“Rakyat masih banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, sementara kita terus disuguhi kabar kasus korupsi bernilai fantastis. Pemerintah harus memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan, jika diperlukan, memperluas jangkauannya agar masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu,” kata Dede.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat kecil. Justru di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah diharapkan hadir melalui berbagai program yang mampu menjaga daya beli dan kesejahteraan rakyat.

Dede juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak memberi ruang bagi pelaku korupsi. Ia berharap setiap perkara dugaan korupsi diproses secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Penegakan hukum harus tegas dan tanpa pandang bulu. Masyarakat ingin melihat bahwa setiap rupiah uang negara yang disalahgunakan dipertanggungjawabkan di hadapan hukum,” tegasnya.

LSM KPKB berpandangan bahwa pemberantasan korupsi dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan beriringan. Menurut Dede, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari banyaknya kasus korupsi yang diungkap, tetapi juga dari sejauh mana rakyat merasakan manfaat kebijakan negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai rakyat terus diminta berhemat, sementara praktik korupsi masih menjadi persoalan serius. Negara harus hadir dengan penegakan hukum yang kuat sekaligus kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: M. Rojay
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?
Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif
PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks
Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja
Pramono-Mamdani Adu Jurus Atasi Problem Kota: Macet, Banjir Sampai Jakarta Bond
JT 51 Bujana Tirta Misterius, Lurah Pisangan Timur: Kami Tak Tahu dan Tak Pernah Rekomendasikan
Taman Kok Jadi Bisnis BUMD? KPKB Sentil Distamhut: Dasar Hukumnya Mana?
Konfirmasi Harus Bersurat, Aktivis Pertanyakan Keterbukaan Informasi Distamhut DKI
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:46 WIB

PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks

Jumat, 25 September 2026 - 13:59 WIB

Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja

Senin, 21 September 2026 - 17:29 WIB

Pramono-Mamdani Adu Jurus Atasi Problem Kota: Macet, Banjir Sampai Jakarta Bond

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights