Sampah Ilegal Dibiarkan? Warga Kramat Ngamuk, Sorot Lemahnya Penertiban Desa dan Kecamatan

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Mata Aktual News — Meledaknya amarah warga Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, bukan sekadar soal bau sampah. Aksi penutupan paksa pengelolaan sampah ilegal, Sabtu (04/04/2026), justru membuka borok lama: lemahnya penegakan penertiban di tingkat desa hingga kecamatan.

Warga menilai, aktivitas pengelolaan sampah basah yang menimbulkan bau menyengat dan ledakan populasi lalat itu seharusnya sudah lama dihentikan secara tegas oleh aparat setempat. Namun yang terjadi, aktivitas ilegal justru terus berjalan seolah tanpa pengawasan.

“Kalau penertiban berjalan, tidak mungkin sampai warga turun tangan sendiri,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta di lapangan memperkuat dugaan tersebut. Sebelumnya, telah ada kesepakatan resmi antara Kepala Desa Kramat, pengelola WD (40), dan 38 warga untuk menghentikan aktivitas.

Namun, kesepakatan itu tidak diikuti pengawasan maupun tindakan tegas.
Alih-alih ditutup total, aktivitas justru berpindah sekitar 200 meter dari lokasi lama masih di sekitar permukiman. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: di mana fungsi kontrol dan penertiban aparat desa serta kecamatan?

Lebih jauh, pengelola tetap beroperasi dengan dalih mengantongi SKU yang diduga tidak sah karena tidak ditandatangani Kepala Desa, melainkan hanya oleh oknum staf pelayanan desa.

Celah administrasi ini memperlihatkan lemahnya tata kelola dan pengawasan internal di tingkat desa.

Pengakuan pengelola soal adanya dukungan pihak tertentu, termasuk penyediaan armada truk sampah, semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran, bahkan potensi keterlibatan oknum.

Kemarahan warga pun memuncak. Aksi protes berubah panas hingga terjadi pembakaran di lokasi sebagai bentuk frustrasi atas lambannya penanganan.

Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono menyatakan pihaknya telah turun tangan dan meminta aktivitas dihentikan. Namun, langkah ini dinilai warga sebagai respons setelah situasi terlanjur memanas, bukan pencegahan sejak awal.

“Kami sudah minta dihentikan, pengelola bersedia dan minta waktu untuk memindahkan peralatan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah desa dan kecamatan. Tanpa penegakan aturan yang tegas dan konsisten, potensi konflik serupa akan terus berulang, bahkan berisiko lebih besar.

Warga pun menuntut bukan hanya penutupan, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penertiban di tingkat desa dan kecamatan, termasuk dugaan adanya oknum yang bermain.

Saat ini situasi telah kondusif pasca mediasi. Namun, kepercayaan warga terhadap penegakan aturan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi aparat setempat.

Reporter: M. Insani Bayhaqi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Jakbar Sulap Lahan Sempit Krukut Jadi Kebun Ketahanan Pangan
Pelayanan Kecamatan Pakuhaji Disorot, Warga Dibuat Menunggu Gara-gara Pegawai Telat Masuk Usai Istirahat
Prabowo Tegur Keras Birokrasi di DPR: Jangan Persulit Investasi dan Peras Pengusaha
PTSP Kelurahan Jatinegara Permudah Pengurusan NIB dan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM
Kecamatan Jatinegara Dorong Kolaborasi Masyarakat Kelola Sampah Organik, Bersama Satpel LH
DLH Jatinegara Ajak Petugas Jaga Integritas, Tanpa Pungli di TPS
Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka Tragedi Kereta Bekasi, Desak Evaluasi Total dan Modernisasi Sistem Keselamatan
Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!
Berita ini 194 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:29 WIB

Wali Kota Jakbar Sulap Lahan Sempit Krukut Jadi Kebun Ketahanan Pangan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:23 WIB

Pelayanan Kecamatan Pakuhaji Disorot, Warga Dibuat Menunggu Gara-gara Pegawai Telat Masuk Usai Istirahat

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:03 WIB

Prabowo Tegur Keras Birokrasi di DPR: Jangan Persulit Investasi dan Peras Pengusaha

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIB

PTSP Kelurahan Jatinegara Permudah Pengurusan NIB dan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM

Senin, 11 Mei 2026 - 22:07 WIB

Kecamatan Jatinegara Dorong Kolaborasi Masyarakat Kelola Sampah Organik, Bersama Satpel LH

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights