Penguatan HAM Aparatur Negara Bukan Pilihan, Tapi Perintah Konstitusi

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Mata Aktual News — Penguatan hak asasi manusia (HAM) bagi aparatur negara ditegaskan sebagai kewajiban konstitusional, bukan sekadar opsi dalam menjalankan roda pemerintahan.

Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, mengingatkan bahwa negara tidak boleh abai terhadap tanggung jawab dasarnya dalam melindungi hak-hak warga. Menurutnya, pemahaman HAM di kalangan aparatur masih menjadi pekerjaan rumah serius.

“Ini bukan soal pilihan. Ini perintah konstitusi. Negara harus lebih dulu berbenah sebelum menuntut warganya taat,” tegas Agung, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti adanya ketimpangan dalam praktik di lapangan. Di satu sisi, masyarakat dituntut patuh terhadap hukum. Namun di sisi lain, aparatur negara belum sepenuhnya memahami batas kekuasaan dan tanggung jawabnya dalam melindungi hak warga.

“Jangan sampai negara hanya keras ke rakyat, tapi lemah dalam memahami kewajibannya sendiri. Kalau aparat belum paham HAM, bagaimana hak warga bisa terlindungi?” ujarnya.

Agung menilai, penguatan HAM tidak cukup hanya lewat pelatihan formal yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, diperlukan perubahan cara pandang dan budaya kerja di tubuh institusi negara.

“HAM harus jadi kompas. Kalau tidak, hukum bisa melenceng jadi alat tekanan, bukan perlindungan,” katanya.

Menurutnya, ukuran kekuatan negara bukan pada seberapa ketat mengatur masyarakat, melainkan sejauh mana negara mampu menahan diri dan menjamin keadilan.

“Aparatur itu wajah negara. Kalau mereka paham HAM, negara hadir melindungi. Kalau tidak, negara justru terasa menakutkan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa komitmen terhadap HAM menjadi kunci membangun kepercayaan publik. Tanpa itu, hubungan negara dan masyarakat akan terus diliputi kecurigaan.

“Negara jangan hanya menuntut kewajiban warga. Buktikan dulu bahwa negara adil dan bertanggung jawab. Dari situ kepercayaan akan tumbuh,” pungkas Agung.

Reporter: Syahrudin Akbar

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Festival! Budayantara Usung Misi Diplomasi Budaya dan Solidaritas Palestina
Proyek Kantor Pemulasaraan TPU Jaktim Disorot, PBG Dipertanyakan, K3 Jadi Catatan
Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan
Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material
Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?
Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif
PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks
Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Bukan Sekadar Festival! Budayantara Usung Misi Diplomasi Budaya dan Solidaritas Palestina

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Proyek Kantor Pemulasaraan TPU Jaktim Disorot, PBG Dipertanyakan, K3 Jadi Catatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights