Paving Blok Desa Pangkalan Bermasalah, Pagu Dewan PKS Jadi Sorotan

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, Mata Aktual News. Proyek pemasangan paving block di Kp. Kebon Kopi RT 04/10, Desa Pangkalan, kembali memantik kegelisahan warga. Proyek yang menggunakan pagu dewan milik anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKS, Sapri, itu dinilai amburadul, tidak transparan, dan jauh dari standar pekerjaan yang seharusnya.

Dari pantauan Mata Aktual News di lokasi pada Jumat, (21/11/2025), kondisi proyek memperlihatkan minimnya kontrol dan keseriusan pihak pelaksana. Para pekerja bahkan mengaku tidak mengetahui siapa mandor yang bertanggung jawab.

“Kami hanya bekerja berdasarkan instruksi WA. Mandor tidak pernah datang. Tidak ada yang kontrol,” ungkap salah satu pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Material Berserakan, Saluran Tersumbat, Warga Kebanjiran

Keluhan warga semakin keras setelah material proyek diletakkan sembarangan, terutama tumpukan pasir yang menutup saluran air. Akibatnya, kawasan tersebut sempat mengalami banjir dan meresahkan warga sekitar.

RW 09 membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa koordinasi apa pun dengan aparat desa.

“Bahan bangunan numpuk seenaknya sampai nutup got. Warga marah karena banjir. Saya coba hubungi pemborong, tapi tidak pernah ada tindak lanjut serius,” ujarnya.

Kondisi ini membuat warga mempertanyakan apakah proyek tersebut benar-benar diawasi atau hanya dikerjakan asal cepat selesai.

Tanpa Papan Informasi: Publik Dibutakan Soal Anggaran

Lebih memprihatinkan lagi, proyek pagu dewan tersebut tidak memasang papan informasi anggaran. Padahal, proyek yang menggunakan dana APBD wajib menyertakan informasi mengenai nilai anggaran, sumber pendanaan, hingga pelaksana proyek.

Ketiadaan papan informasi ini memicu dugaan bahwa proyek sengaja ditutup-tutupi.

“Ini pakai uang rakyat. Harusnya jelas anggarannya berapa. Kalau tidak ada papan proyek, masyarakat patut curiga,” kata seorang warga yang geram.

Pengabaian prinsip transparansi publik ini dinilai sebagai bentuk pembangkangan terhadap aturan dan etika penggunaan anggaran negara.

Warga Desak Audit: Jangan Ada Proyek Pagu Dewan Asal Jadi

Masyarakat Desa Pangkalan kini menuntut agar pihak berwenang turun tangan dan melakukan audit menyeluruh atas proyek yang diduga dikelola secara serampangan tersebut. Mereka berharap pekerjaan diperbaiki sepenuhnya dan disesuaikan dengan standar teknis, bukan sekadar formalitas untuk menghabiskan anggaran.

Proyek yang seharusnya menghadirkan manfaat justru menimbulkan kerugian dan keresahan. Sorotan publik kini tertuju pada pagu dewan PKS tersebut, dan warga menegaskan mereka tidak ingin dijadikan korban proyek yang dikerjakan asal-asalan.

Reporter: Dian Pramudja
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka Tragedi Kereta Bekasi, Desak Evaluasi Total dan Modernisasi Sistem Keselamatan
Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!
Kali Ditutup, Rumah Kebanjiran: Warga Cengkareng Barat Menjerit, Minta Pemkot Bertindak
Disorot! SPPG Ulujami Belum Standar, Wakil Kepala BGN: Jangan Main-Main dengan Keamanan Pangan
“Bau Tak Sedap” Wakaf Kandawati: DKM Ditinggal, Dugaan Dana Rp50 Juta Mengalir, Siapa Bermain?
Tersangka Bantargebang Muncul, Pemprov DKI: Hukum Jalan, Pembenahan Digeber!
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen, IPM Tertinggi Nasional dalam LKPJ 2025
Azis Khafia Tegas: Mengubur Ikan Hidup-Hidup Itu Haram!
Berita ini 387 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:58 WIB

Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka Tragedi Kereta Bekasi, Desak Evaluasi Total dan Modernisasi Sistem Keselamatan

Rabu, 29 April 2026 - 12:40 WIB

Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!

Selasa, 28 April 2026 - 13:52 WIB

Kali Ditutup, Rumah Kebanjiran: Warga Cengkareng Barat Menjerit, Minta Pemkot Bertindak

Kamis, 23 April 2026 - 17:39 WIB

Disorot! SPPG Ulujami Belum Standar, Wakil Kepala BGN: Jangan Main-Main dengan Keamanan Pangan

Kamis, 23 April 2026 - 17:26 WIB

“Bau Tak Sedap” Wakaf Kandawati: DKM Ditinggal, Dugaan Dana Rp50 Juta Mengalir, Siapa Bermain?

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights