Penahanan Ijazah Masih Terjadi, “Tebus Ijazah” Dinilai Tak Selesaikan Masalah

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News — Larangan sudah jelas, aturan sudah tegas. Namun praktik penahanan ijazah oleh sekolah masih saja terjadi di sejumlah daerah.

Padahal, melalui berbagai regulasi seperti Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Nomor 1 Tahun 2022 dan Permendikbud Nomor 58 Tahun 2024, pemerintah secara gamblang melarang satuan pendidikan menahan ijazah dengan alasan apa pun, termasuk tunggakan biaya.

Faktanya di lapangan, masih banyak siswa yang harus menunda masa depan hanya karena ijazah mereka tertahan persoalan administrasi dan finansial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai respons, sejumlah pemerintah daerah meluncurkan program “tebus ijazah”. Solusi ini memang membantu, tapi dinilai hanya tambal sulam.

Aktivis pendidikan Syahrudin Akbar atau yang dikenal sebagai Udin Laler mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menjadi pembenaran atas pelanggaran.

“Program tebus ijazah membantu dalam jangka pendek, tapi jika aturan tidak ditegakkan, ini bisa jadi preseden buruk,” tegasnya, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, ijazah adalah hak mutlak siswa, bukan alat tekan atas persoalan biaya.

“Masalah biaya harus diselesaikan lewat kebijakan yang sistematis, bukan dengan menahan hak dasar peserta didik,” ujarnya.

Ia juga mendesak adanya pengawasan ketat dan sanksi tegas agar pelanggaran tidak terus berulang.
Tanpa langkah konkret, kebijakan hanya akan menjadi formalitas, sementara siswa tetap jadi korban.

Reporter: Amor
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Temuan Rp200 Juta di SMPN 1 Leles Garut Jadi Sorotan, Pihak Sekolah Sebut Hoaks
PKB Jakarta Pusat Hadirkan Rumah Singgah Al-Qur’an Gratis, Heri Kustanto Dorong Pembinaan Generasi Muda
Polemik Pergantian Kepsek di Garut: Surat Pengunduran Diri Dipertanyakan, Yayasan Bungkam
Dana Revitalisasi Rp1,8 Miliar Disorot, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Kadungora Sempat Mengaku Guru Biasa
Dari Bimbel ke Gerbang Perwira! Putafri Rokan Resmi Jadi Taruna AKPOL 2026
Program Bang Pendi PIK 2 Hadirkan Kejar Paket B dan C Gratis bagi Warga Teluknaga dan Kosambi
Dua Dunia, Satu Perjuangan: Menjadi Sarjana Hukum Tanpa Meninggalkan Panggilan Jiwa
Ustaz Hilal: Cinta Nabi Bukan Sekadar Ucapan, Tapi Harus Dibuktikan Lewat Akhlak Sejak Dini
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:54 WIB

Dugaan Temuan Rp200 Juta di SMPN 1 Leles Garut Jadi Sorotan, Pihak Sekolah Sebut Hoaks

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WIB

PKB Jakarta Pusat Hadirkan Rumah Singgah Al-Qur’an Gratis, Heri Kustanto Dorong Pembinaan Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Polemik Pergantian Kepsek di Garut: Surat Pengunduran Diri Dipertanyakan, Yayasan Bungkam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Dana Revitalisasi Rp1,8 Miliar Disorot, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Kadungora Sempat Mengaku Guru Biasa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Dari Bimbel ke Gerbang Perwira! Putafri Rokan Resmi Jadi Taruna AKPOL 2026

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights