JAKARTA, Mata Aktual News — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta di Gambir, Senin (20/4).
Dalam paparannya, Rano menyebutkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta tercatat 85,05, meningkat dari 84,15 pada tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi secara nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peningkatan IPM didorong oleh perbaikan pada seluruh dimensi kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak,” kata Rano.
Ia merinci, angka harapan hidup mencapai 76,27 tahun, sementara standar hidup layak meningkat 3,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi ekonomi makro, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp3.926 triliun, dengan tingkat inflasi yang terkendali di angka 2,63 persen (year on year).
Pada aspek keuangan daerah, pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp80,02 triliun atau 94,75 persen dari target Rp84,45 triliun. Sementara itu, belanja daerah mencapai Rp76,09 triliun atau 88,50 persen dari target Rp85,97 triliun.
Penerimaan pembiayaan tercatat Rp7,33 triliun, yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan pinjaman dalam negeri. Adapun pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5,44 triliun, antara lain untuk penyertaan modal kepada badan usaha milik daerah (BUMD), termasuk PT Jakarta Propertindo dan PT MRT Jakarta, serta pembayaran pokok pinjaman.
Di sektor sosial, angka kemiskinan Jakarta pada September 2025 tercatat 4,03 persen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melanjutkan program bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Lansia Jakarta (KLJ).
Pada sektor pendidikan, program KJP Plus menjangkau 707.513 penerima, serta didukung kebijakan sekolah swasta gratis di 40 institusi.
Sementara itu, di sektor kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,94 persen, disertai penguatan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah melalui Pasukan Putih.
Untuk infrastruktur, kondisi jalan mantap mencapai 97,35 persen, sedangkan progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 55,89 persen.
Di bidang investasi, realisasi investasi Jakarta pada 2025 tercatat sebesar Rp270,9 triliun.
Rano menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang baik antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global,” ujarnya.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi








