Kali Ditutup, Rumah Kebanjiran: Warga Cengkareng Barat Menjerit, Minta Pemkot Bertindak

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News — Warga Cengkareng Barat dibuat geram. Penutupan Kali BSI oleh proyek pekerjaan diduga jadi biang kerok banjir yang merendam permukiman di RT 06 RW 06, Jalan Cendrawasih VII, Selasa (28/4/2026).

Air setinggi sekitar 40 sentimeter menggenangi halaman rumah warga. Aktivitas terganggu, kekhawatiran meningkat, sementara solusi belum terlihat.

Video protes warga pun beredar. Dalam rekaman itu, seorang warga meluapkan kekesalannya kepada pekerja proyek yang dianggap menutup aliran kali tanpa memikirkan dampaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan asal tutup! Air masuk ke rumah warga, kalau enggak bisa dialirin ya disedot!” teriaknya.

Anton (35), warga setempat, mengaku dampaknya sudah mulai terasa. Bukan hanya banjir, tapi juga ancaman kesehatan.

“Airnya dari kali, kotor. Saya saja sudah gatal-gatal, anak-anak juga terancam. Nyamuk banyak, ini bahaya,” keluhnya.
Warga lain, Fatah, menilai keluhan masyarakat seperti tak dianggap. Ia mengaku sudah melapor ke pihak lingkungan, namun belum ada tindakan nyata.

“Sudah disampaikan, tapi cuma dijawab iya saja. Warga butuh tindakan, bukan janji,” tegasnya.

Warga kini mendesak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat segera turun tangan. Mereka meminta proyek dievaluasi dan pihak pelaksana diminta bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi yang dilayangkan kepada Suku Dinas SDA Jakarta Barat dan Kelurahan Cengkareng Barat juga belum mendapat respons.

Reporter: Sandi
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!
Disorot! SPPG Ulujami Belum Standar, Wakil Kepala BGN: Jangan Main-Main dengan Keamanan Pangan
“Bau Tak Sedap” Wakaf Kandawati: DKM Ditinggal, Dugaan Dana Rp50 Juta Mengalir, Siapa Bermain?
Tersangka Bantargebang Muncul, Pemprov DKI: Hukum Jalan, Pembenahan Digeber!
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen, IPM Tertinggi Nasional dalam LKPJ 2025
Azis Khafia Tegas: Mengubur Ikan Hidup-Hidup Itu Haram!
Siskomas Tak Diundang, Lurah Cipinang Besar Selatan Minta Maaf
Pramono Gaspol Musrenbang 2027: Jakarta Harus Maju, Tapi Jangan Tinggalkan Wilayah Pinggiran
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:40 WIB

Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!

Selasa, 28 April 2026 - 13:52 WIB

Kali Ditutup, Rumah Kebanjiran: Warga Cengkareng Barat Menjerit, Minta Pemkot Bertindak

Kamis, 23 April 2026 - 17:39 WIB

Disorot! SPPG Ulujami Belum Standar, Wakil Kepala BGN: Jangan Main-Main dengan Keamanan Pangan

Kamis, 23 April 2026 - 17:26 WIB

“Bau Tak Sedap” Wakaf Kandawati: DKM Ditinggal, Dugaan Dana Rp50 Juta Mengalir, Siapa Bermain?

Kamis, 23 April 2026 - 13:58 WIB

Tersangka Bantargebang Muncul, Pemprov DKI: Hukum Jalan, Pembenahan Digeber!

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights