Nadiem “Serang Balik” Hakim Tipikor! Empat Dilaporkan ke KY, Sidang Disebut Tak Adil

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, melancarkan “serangan balik” usai divonis bersalah. Melalui tim kuasa hukumnya, Nadiem melaporkan empat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial (KY) atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Empat hakim yang dilaporkan adalah Purwanto S. Abdullah, Sunoto, Eryusman, dan Mardianto. Tim kuasa hukum menilai majelis hakim mengabaikan fakta-fakta persidangan, tidak bersikap imparsial, hingga diduga keliru menerapkan hukum dalam memutus perkara.

Penasihat Hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, mengatakan putusan majelis hakim justru memuat fakta yang tidak pernah terungkap selama persidangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fakta yang sebenarnya di persidangan justru diabaikan. Sebaliknya, yang dimasukkan dalam putusan adalah fakta yang tidak pernah terungkap di persidangan,” ujar Ari, Senin (6/7/2026).

Ari juga menyoroti Ketua Majelis Hakim Purwanto S. Abdullah yang sebelumnya telah dijatuhi sanksi non-palu oleh Komisi Yudisial dalam perkara Tom Lembong, namun tetap ditunjuk mengadili perkara Nadiem.

Menurutnya, sikap Purwanto bersama Hakim Sunoto selama persidangan menunjukkan keberpihakan karena lebih mengedepankan fakta yang memberatkan dibanding fakta-fakta yang meringankan terdakwa.

Tak hanya itu, tim kuasa hukum juga mempersoalkan kesempatan pembuktian yang dinilai timpang. Jaksa Penuntut Umum disebut diberi ruang menghadirkan hingga 50 saksi, sementara pihak Nadiem hanya diberi kesempatan menghadirkan lima saksi.

Yang lebih mengejutkan, Ari mengungkapkan adanya dua hakim yang diduga sempat tertidur saat persidangan berlangsung. Menurutnya, dugaan tersebut bukan sekadar tudingan karena seluruh jalannya sidang terekam.
“Karena ini memang direkam, jadi mudah untuk dibuktikannya,” tegas Ari.

Sementara itu, penasihat hukum Nadiem lainnya, Dodi S. Abdulkadir, menegaskan laporan ke Komisi Yudisial bukan sekadar untuk kepentingan kliennya, melainkan sebagai upaya mendorong perbaikan kualitas lembaga peradilan.

Ia berharap Komisi Yudisial menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan Mahkamah Agung bersedia menjalankan setiap rekomendasi yang nantinya diberikan demi menjaga marwah peradilan, kepastian hukum, dan rasa keadilan bagi masyarakat.

Reporter: Amor
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Geledah Bappenda dan BKPSDM Bogor, Dokumen Dugaan Potong Insentif Diburu
Peredaran Obat Keras Berkedok Kosmetik di Tambora Kembali Disorot, Polisi Janji Tindak Lanjuti Laporan
Toko Obat Keras Berkedok Kosmetik Kembali Buka, Pegawai Toko Pernah Ditangkap Polisi
Diduga Membawa Uang Rp29 Juta, Seorang Pria Dilaporkan ke Polsek Metro Setiabudi
Kejari Bogor Ganti Komando! Winro Munthe Resmi Menjabat, Deni Ahmad Naik Jabatan
KPKB Gedor Kejari Bogor: Korupsi RSUD Parung Jangan Cuma “Korbankan” Satu Tersangka!
KPKB Gedor Kejari Bogor, Minta Penyidikan Korupsi RSUD Parung Dikembangkan
Kuasa Hukum Abdul Latif Sentil PedalPadel: Mau RJ? Tunjukkan Dulu Empati kepada Korban!
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:25 WIB

KPK Geledah Bappenda dan BKPSDM Bogor, Dokumen Dugaan Potong Insentif Diburu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Peredaran Obat Keras Berkedok Kosmetik di Tambora Kembali Disorot, Polisi Janji Tindak Lanjuti Laporan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Toko Obat Keras Berkedok Kosmetik Kembali Buka, Pegawai Toko Pernah Ditangkap Polisi

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Diduga Membawa Uang Rp29 Juta, Seorang Pria Dilaporkan ke Polsek Metro Setiabudi

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:26 WIB

Kejari Bogor Ganti Komando! Winro Munthe Resmi Menjabat, Deni Ahmad Naik Jabatan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights