APD Cuma Pajangan? Proyek TK Ash-Sholihin Garut Disorot, Pekerja Beraktivitas Tanpa Perlengkapan K3

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, Mata Aktual News— Keselamatan kerja jangan sampai cuma menjadi formalitas di atas kertas. Sebab, satu kelalaian saja bisa berujung pada kecelakaan yang mengancam nyawa pekerja.

Sorotan tersebut mencuat di proyek pembangunan TK Ash-Sholihin, Jalan Guntur Sari No. 981, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Saat awak media Mata Aktual News melakukan investigasi pada Kamis (27/8/2026), sejumlah pekerja terlihat beraktivitas di lokasi proyek tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang semestinya.

Helm keselamatan, rompi kerja hingga sepatu pelindung tidak terlihat digunakan oleh para pekerja saat melakukan aktivitas pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaannya: ke mana pengawasan K3 di proyek tersebut?

Padahal, pekerjaan konstruksi memiliki berbagai risiko, mulai dari tertimpa material, terjatuh, terkena benda tajam hingga kecelakaan akibat peralatan kerja.

Proyek yang telah berjalan sekitar satu bulan itu diketahui mencakup sejumlah pekerjaan, yakni rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi toilet, pembangunan perpustakaan, serta pekerjaan sanitasi.

Ironisnya, ketika awak media berada di lokasi, tidak terlihat ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), ketua pelaksana maupun mandor. Yang terlihat hanya para pekerja yang tengah menjalankan aktivitas pembangunan.

Kondisi tersebut kemudian dikonfirmasi langsung kepada Kepala TK Ash-Sholihin, Dian Ahdiani, S.Pd.
Terkait pembentukan P2SP, Dian menjelaskan bahwa kepanitiaan dibentuk melalui musyawarah yang melibatkan unsur yayasan.

“Pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) semua kami lakukan dengan bermusyawarah melalui Zoom karena ketua yayasan berdomisili di Bandung,” ujar Dian.

Namun, ketika ditanya mengenai para pekerja yang tidak menggunakan APD, Dian mengaku akan melakukan pemantauan kembali.

“Soal pekerja yang tidak mengenakan APD, saya harus memantau lagi. Kalau APD memang sudah disediakan dari awal,” katanya.

Dian juga menjelaskan bahwa sebagian pekerja dibawa oleh ketua pelaksana.

“Mengenai pekerja, ada yang dibawa oleh ketua pelaksana, lima orang dari luar dan dua orang putra daerah,” jelasnya.

APD Ada, Tapi Dipakai atau Tidak?
Pernyataan bahwa APD telah disediakan tentu perlu dibuktikan dalam praktik di lapangan. Sebab, keselamatan kerja bukan sekadar soal apakah perlengkapan tersedia, tetapi juga bagaimana pengawas proyek memastikan pekerja benar-benar menggunakannya ketika melakukan pekerjaan yang memiliki risiko.

Jika APD hanya tersedia tetapi tidak digunakan, maka tujuan utama perlindungan terhadap pekerja menjadi tidak maksimal.

K3 bukan aksesori proyek. Bukan pula perlengkapan yang dipakai hanya ketika ada pemeriksaan. Keselamatan pekerja merupakan bagian penting dari pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja telah mengatur kewajiban terkait keselamatan di tempat kerja. Ketentuan mengenai Alat Pelindung Diri juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri.

Karena itu, temuan pekerja yang beraktivitas tanpa APD di proyek TK Ash-Sholihin patut menjadi perhatian pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek.

Jangan sampai keselamatan pekerja baru menjadi perhatian setelah kecelakaan terjadi.

Pihak sekolah, P2SP, pelaksana maupun pengawas proyek diharapkan segera memastikan seluruh standar keselamatan kerja diterapkan secara konsisten selama pekerjaan berlangsung.

Sebab, pembangunan boleh dikejar targetnya, tetapi keselamatan pekerja jangan pernah dipertaruhkan.

Reporter: Yan SB
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Rumah Warga di Jorong Sago Manggopoh, Tiga Unit Mobil Damkar Dikerahkan
HSN 2026 di Teluknaga-Kosambi: Santri Didorong Jadi Garda Kebangsaan Menuju Indonesia Emas
Di Hari HUT TNI ke-81, PP AMPG Serukan Perdamaian ASEAN dari Kamboja
Gedung Direvitalisasi, Bendera Merah Putih Lusuh, Papan Proyek Tidak Ada?
Bikin Bangga! SDN 32 Sungai Jaring Sabet Juara Umum Lomba Pramuka Gugus II
Manggopoh Geger! Truk Tangki CPO Mundur, Dua Mobil dan Dua Rumah Warga Disikat
Satu-Satunya PKBM DI Garut Yang Menyelenggarakan Secara Pribadi Kegiatan Wisuda dan Perpisahan
Yunimar Keluhkan Lambannya Penanganan Dugaan Pencurian Sawit di Agam
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:43 WIB

Kebakaran Rumah Warga di Jorong Sago Manggopoh, Tiga Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:01 WIB

HSN 2026 di Teluknaga-Kosambi: Santri Didorong Jadi Garda Kebangsaan Menuju Indonesia Emas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Di Hari HUT TNI ke-81, PP AMPG Serukan Perdamaian ASEAN dari Kamboja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Gedung Direvitalisasi, Bendera Merah Putih Lusuh, Papan Proyek Tidak Ada?

Minggu, 27 September 2026 - 22:15 WIB

Bikin Bangga! SDN 32 Sungai Jaring Sabet Juara Umum Lomba Pramuka Gugus II

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights