Jakarta, Mata Aktual News – Aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini terkesan “tidur” di kawasan elite Kuningan bakal naik kelas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan transformasi lahan eks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI menjadi Jakarta International Cultural Hub, pusat budaya dan bisnis bertaraf internasional di jantung ibu kota.

Lahan seluas 24.375 meter persegi atau sekitar 2,4 hektare yang berada di Jalan Episentrum Selatan, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan itu akan dikembangkan tanpa menguras APBD. Pemprov DKI memilih skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dengan menggandeng investor swasta.
Pramono menilai lokasi tersebut merupakan “lahan emas” karena berada di kawasan Segitiga Emas Jakarta, diapit Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Casablanca, serta dikelilingi gedung perkantoran, pusat bisnis, kedutaan besar, hotel, mal, dan kawasan hunian premium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Potensinya sangat besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan budaya yang mampu menarik perhatian dunia,” ujar Pramono, Kamis (11/6/2026).
Rencananya, kawasan eks BPSDM akan disulap menjadi pusat aktivitas terpadu yang memadukan fasilitas budaya, hiburan, perkantoran, hotel, serviced apartment, ruang publik, hingga pusat pertemuan dan pameran internasional atau MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).
Besarnya nilai proyek ini terlihat dari tingginya minat investor. Bahkan sebelum pengumuman resmi dilakukan, sudah ada tujuh investor yang lebih dulu menyatakan ketertarikannya untuk ikut menggarap proyek tersebut.
Pemprov DKI berharap proyek ini tidak hanya menghasilkan pemasukan baru bagi daerah melalui kontribusi tetap dan sistem bagi hasil, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan roda ekonomi kawasan Kuningan, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia.
Jika terealisasi, Jakarta International Cultural Hub diproyeksikan menjadi ikon baru ibu kota sekaligus bukti bahwa aset daerah yang selama ini kurang produktif dapat diubah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan masyarakat dan pemerintah daerah.
Reporter: Amor
Editor: Redaksi









