Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News – Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, terus memperkuat upaya pengurangan timbunan sampah melalui pengembangan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan optimalisasi Bank Sampah Siaga. Program tersebut menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi.

Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia P, mengatakan pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu dengan mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan larva BSF, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui Bank Sampah Siaga.

“Kami terus mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Langkah sederhana ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan,” ujar Yudi, Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sistem tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir (TPA). Semakin banyak sampah yang dapat diolah di tingkat kelurahan, semakin kecil pula volume sampah yang harus dibuang ke TPA.

Dalam pengelolaan sampah organik, limbah rumah tangga yang telah dipilah diolah menjadi pakan maggot hingga memasuki masa panen. Dalam satu siklus produksi selama sekitar 26 hari, fasilitas budidaya maggot di Kelurahan Pejaten Barat mampu menghasilkan sekitar 440 kilogram maggot.

Hasil panen dimanfaatkan sebagai pakan ikan, unggas, serta berbagai jenis ternak lainnya. Sebagian hasil produksi juga dipasarkan dan didistribusikan kepada masyarakat, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi pengelola maupun warga sekitar.

Tak hanya itu, sisa hasil pengolahan sampah organik juga dimanfaatkan menjadi kompos yang digunakan untuk mendukung penghijauan lingkungan dan budidaya tanaman.

Sementara itu, pengelolaan sampah anorganik dilakukan melalui Bank Sampah Siaga yang menerima berbagai jenis sampah bernilai ekonomi, seperti plastik, kertas, logam, dan material daur ulang lainnya. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.

Yudi menegaskan keberhasilan program pengelolaan sampah di Pejaten Barat tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus RT/RW, sekolah, kader lingkungan, hingga instansi terkait yang secara aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dini.

“Kami berharap pengelolaan sampah menjadi gerakan bersama. Semakin banyak sampah yang diolah di tingkat kelurahan, semakin kecil volume sampah yang harus dikirim ke TPA,” katanya.

Pemerintah Kelurahan Pejaten Barat menilai budidaya maggot dan penguatan bank sampah merupakan implementasi nyata konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna. Melalui program ini, kelurahan berharap tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Gudang 2 Lantai di Kosambi Diduga Tak Sesuai PBG, Lurah dan Satpol PP Saling Lempar Kewenangan
Anggaran Rp4,2 Miliar untuk Alat Kantor DPMD Bogor Dipertanyakan, GPII: Desa Masih Banyak yang Butuh!
Truk Tanah Diduga Langgar Jam Operasional, Kecelakaan di Pakuhaji Kembali Jadi Sorotan
Garda Prabowo Turun ke Sawah, Bawa Solusi Organik untuk Selamatkan Lahan Pertanian Ciamis
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:44 WIB

BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:12 WIB

Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:10 WIB

Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights