Jakarta, Mata Aktual News — Warga Cengkareng Barat dibuat geram. Penutupan Kali BSI oleh proyek pekerjaan diduga jadi biang kerok banjir yang merendam permukiman di RT 06 RW 06, Jalan Cendrawasih VII, Selasa (28/4/2026).
Air setinggi sekitar 40 sentimeter menggenangi halaman rumah warga. Aktivitas terganggu, kekhawatiran meningkat, sementara solusi belum terlihat.
Video protes warga pun beredar. Dalam rekaman itu, seorang warga meluapkan kekesalannya kepada pekerja proyek yang dianggap menutup aliran kali tanpa memikirkan dampaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan asal tutup! Air masuk ke rumah warga, kalau enggak bisa dialirin ya disedot!” teriaknya.
Anton (35), warga setempat, mengaku dampaknya sudah mulai terasa. Bukan hanya banjir, tapi juga ancaman kesehatan.
“Airnya dari kali, kotor. Saya saja sudah gatal-gatal, anak-anak juga terancam. Nyamuk banyak, ini bahaya,” keluhnya.
Warga lain, Fatah, menilai keluhan masyarakat seperti tak dianggap. Ia mengaku sudah melapor ke pihak lingkungan, namun belum ada tindakan nyata.
“Sudah disampaikan, tapi cuma dijawab iya saja. Warga butuh tindakan, bukan janji,” tegasnya.
Warga kini mendesak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat segera turun tangan. Mereka meminta proyek dievaluasi dan pihak pelaksana diminta bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi yang dilayangkan kepada Suku Dinas SDA Jakarta Barat dan Kelurahan Cengkareng Barat juga belum mendapat respons.
Reporter: Sandi
Editor: Redaksi








