Dugaan Pungli di TPS Duren Sawit, DLH Janji Cek Seragam PJLP

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Timur | Mata Aktual News – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Sejumlah penarik gerobak sampah swadaya mengeluhkan tarif yang bervariasi setiap kali membuang sampah ke TPS, mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000 per sekali buang, Rabu (21/1/2026).

Salah satu penarik gerobak berinisial B mengaku, pungutan tersebut sering disertai tekanan psikologis. “Kalau kita nggak ngasih, raut wajah petugas pasti beda,” ujarnya kepada Mata Aktual News.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim investigasi Mata Aktual News mendatangi TPS terkait. Di lokasi, tim menemui seorang petugas bernama Ace yang mengenakan seragam Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ace menjelaskan bahwa setiap penarik gerobak sampah wajib mengikuti prosedur tertentu, seperti mengisi formulir TPS, mendapat tanda tangan Ketua RT atau RW, serta membayar biaya retribusi harian atau bulanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ace merinci tarif retribusi sebagai berikut:

Gerobak manual: Rp10.000 per sekali buang, Rp300.000 per bulan
Gerobak motor (Germor): Rp15.000 per sekali buang, Rp500.000 per bulan
Namun, saat diminta melihat formulir resmi TPS sebagai dasar pungutan, Ace menyatakan formulir tersebut tidak tersedia dan meminta tim media untuk kembali keesokan harinya.

Menanggapi hal ini, Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Duren Sawit, Handoko, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan.

“Berdasarkan informasi dari pengawas kami, tempat pembuangan sampah dikelola oleh tukang gerobak, sementara tupoksi kami adalah pengangkutan sampah,” kata Handoko melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (22/1/2026).

Handoko menambahkan, pihaknya akan memastikan apakah petugas yang terlihat mengenakan seragam PJLP DLH benar-benar diberikan seragam resmi, karena sejauh ini Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur belum membagikan kaos atau seragam PJLP.

“Saya akan konfirmasi ke pengawasan kami. Terima kasih atas informasinya, saya masih terus berbenah karena masih baru di Duren Sawit,” ujarnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena adanya dugaan pungutan di TPS yang seharusnya menjadi layanan publik tanpa biaya tambahan di luar ketentuan resmi. Mata Aktual News akan terus memantau perkembangan pengecekan DLH dan prosedur resmi di TPS Duren Sawit.

Reporter: Syahrudin, Sofyan Ryan
Editor: Redaktur

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Tigaraksa Serbu Pangan Murah Jelang Idul Fitri
Rudy Susmanto Minta Kades Gunung Picung Bangun Desa dengan Hati
Langkah Cegah Tawuran, Kelurahan Tangki Resmikan Program Kejar Paket Lewat PKBM Gempita
FKMGS Ajukan Kegiatan Peringatan Hari Hutan Sedunia 2026 ke Bupati Bogor
Diduga Ada Praktik Prostitusi di Kosan 88, Warga Cipinang Besar Utara Minta Penertiban
Kelurahan Cipinang Besar Selatan Santuni Yatim dan Apresiasi Garda Terdepan saat Ramadan
Hotmix Desa Rawaboni Tanpa Papan Anggaran, Publik Pertanyakan Transparansi Dana Desa
PAM Jaya Dorong Perluasan Zona Bebas Air Tanah, Gedung Tinggi Diminta Stop Gunakan Sumur
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:00 WIB

Warga Tigaraksa Serbu Pangan Murah Jelang Idul Fitri

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:48 WIB

Rudy Susmanto Minta Kades Gunung Picung Bangun Desa dengan Hati

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:01 WIB

FKMGS Ajukan Kegiatan Peringatan Hari Hutan Sedunia 2026 ke Bupati Bogor

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:10 WIB

Diduga Ada Praktik Prostitusi di Kosan 88, Warga Cipinang Besar Utara Minta Penertiban

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:27 WIB

Kelurahan Cipinang Besar Selatan Santuni Yatim dan Apresiasi Garda Terdepan saat Ramadan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Warga Tigaraksa Serbu Pangan Murah Jelang Idul Fitri

Selasa, 17 Mar 2026 - 19:00 WIB

Pemerintahan

Rudy Susmanto Minta Kades Gunung Picung Bangun Desa dengan Hati

Selasa, 17 Mar 2026 - 00:48 WIB

Verified by MonsterInsights