Wabup Tangerang: GPM Jangan Seremonial, Harus Tepat Sasaran

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Mata Aktual News — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Bahan Pokok menjelang Bulan Suci Ramadan sekaligus membahas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026.

Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati Tangerang, Kamis (22/01/2026).

Dalam arahannya, Wabup Intan menegaskan agar pelaksanaan GPM tidak bersifat seremonial semata, melainkan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga miskin dan miskin ekstrem.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gerakan Pangan Murah jangan hanya kegiatan formal. Harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Paket bantuan tidak perlu dibakukan, komoditasnya harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi harga pasar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, subsidi harga GPM tahun 2026 direncanakan berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per paket. Menurutnya, fleksibilitas komoditas menjadi kunci efektivitas program tersebut.

“Kalau telur dan ayam yang mahal, itu yang harus kita hadirkan. Jangan terpaku pada satu jenis komoditas,” ujar Intan.

Lebih lanjut, Wabup Intan meminta para camat untuk segera melakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar penerima manfaat GPM benar-benar tepat sasaran.

Ia menyoroti wilayah pesisir utara (Pantura) Kabupaten Tangerang seperti Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Kronjo, Kemiri, dan Mekar Baru sebagai daerah prioritas.

Selain itu, ia juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar melibatkan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan GPM, guna menjaga pasokan sekaligus menekan harga di pasaran.

“Potensi peternakan ayam pedaging dan petelur di wilayah Kresek dan Gunung Kaler harus diberdayakan untuk mendukung GPM dan menekan harga,” tandasnya.

Wabup Intan juga menyoroti dampak cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai, dan bawang.

“Saya sudah turun langsung ke lapangan. Minyak goreng mulai langka dan di beberapa pasar harganya sudah melampaui harga eceran tertinggi. Telur dan ayam juga sering mengalami kenaikan pada waktu tertentu,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Cabang Tangerang, Riki Pebriadi, memastikan stok pangan di wilayah Tangerang Raya masih aman. Saat ini Bulog memiliki cadangan beras sekitar 54.300 ton yang diperkirakan cukup hingga hampir satu tahun ke depan.

“Selain beras, stok minyak goreng ‘Minyak Kita’ sekitar 11.000 ton, ditambah gula pasir dan komoditas lainnya siap disalurkan untuk stabilisasi harga,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi terkendali.

Pihaknya terus melakukan pemantauan harga mingguan serta intervensi pasar, termasuk distribusi minyak goreng langsung ke pengecer dan pelaksanaan Warung Tekan Inflasi secara berkala sepanjang 2026.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, staf ahli bupati, para asisten, perwakilan OPD, camat se-Kabupaten Tangerang, Perum Bulog Cabang Tangerang, serta instansi terkait lainnya. Pemerintah berharap sinergi lintas sektor ini mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan.

Reporter: Alex Didi
Editor: Akmal Aoulia

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir
Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir
Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik
Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah
Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights