JAKARTA, Mata Aktual News — Pelestarian budaya Betawi kembali menggeliat. Sebanyak 26 sanggar tari dari berbagai wilayah Jakarta ambil bagian dalam Festival Lomba Tari Kreasi Betawi Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan DPD Bamus Betawi 1982 Jakarta Pusat ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Betawi.
Festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelestarian kebudayaan lokal dengan menanamkan nilai-nilai luhur budaya Betawi kepada generasi kekinian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, secara langsung membuka festival tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi Bamus Betawi dalam mendorong perkembangan seni dan budaya Betawi di tengah perubahan Jakarta menuju kota global.
Menurut Arifin, budaya Betawi bukan sekadar kesenian lokal, melainkan bagian penting dari identitas Jakarta sekaligus kekayaan budaya Indonesia.
“Hari ini kita bersama-sama Bamus Betawi terus mendorong dan mengembangkan dari sisi kreasi seni tari. Mulai dari peserta hingga juri yang luar biasa kelasnya, tidak kaleng-kaleng kalau orang bilang,” ungkap Arifin.
Arifin menegaskan, kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan agar seni dan budaya Betawi tidak kehilangan tempat di tengah modernisasi Jakarta.
Ia menilai, lomba tari tersebut bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.
“Ini bukan langkah awal ya, tetapi akan terus dilanjutkan dan dikembangkan supaya Jakarta, kota global yang berbudaya, maju serta modern, tidak meninggalkan akar budayanya, yaitu Betawi,” tegasnya.
Menurut Arifin, festival dan lomba tari kreasi Betawi tidak hanya menjadi sarana melestarikan tarian, musik dan nilai-nilai luhur Betawi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi media untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan generasi muda terhadap kebudayaan sendiri.
“Digelarnya kegiatan seperti festival dan lomba tari kreasi ini kita tidak hanya melestarikan tarian, musik serta nilai-nilai luhur Betawi, tetapi juga menanamkan rasa cinta dan bangga kepada generasi muda terhadap budayanya sendiri,” tambah Arifin.
Ia berharap festival tersebut dapat terus menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak muda berbakat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menunjukkan kreativitas terbaik mereka.
Pada sore harinya, Arifin kembali hadir untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang Festival Lomba Tari Kreasi Betawi Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026.
Tiga Juara Terbaik
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut para juara Festival Lomba Tari Kreasi Betawi Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026:
Juara 1: SMA 34 Jakarta Selatan — uang pembinaan Rp12.500.000.
Juara 2: Sanggar Rama Sinta Persada Jakarta Selatan — uang pembinaan Rp10.000.000.
Juara 3: Sanggar Gaya Tari Nusantara Jakarta Pusat — uang pembinaan Rp8.000.000.
Semarak kegiatan tidak berhenti pada pertunjukan seni. Di halaman Gedung Kesenian Jakarta, panitia juga menghadirkan sekitar 60 booth UMKM yang menjajakan beragam kuliner dan produk usaha masyarakat.
Kehadiran UMKM tersebut membuat festival semakin semarak sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Festival ini pun menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Di tengah geliat Jakarta sebagai kota global, identitas Betawi tetap mendapat ruang untuk tumbuh dan berkembang.
Reporter: Piye
Editor: Redaksi








