Prabowo Tegur Keras Birokrasi di DPR: Jangan Persulit Investasi dan Peras Pengusaha

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan teguran keras kepada jajaran birokrasi pemerintahan saat menghadiri Rapat Paripurna ke-19 DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Rabu (20/5/2026).

Dalam penyampaian agenda Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, Presiden menyoroti persoalan klasik yang dinilai masih menjadi penghambat utama masuknya investasi di Indonesia, yakni birokrasi berbelit dan praktik pungutan liar dalam proses perizinan usaha.

Di hadapan anggota DPR RI dan jajaran pemerintah, Presiden Prabowo mengaku prihatin terhadap lambannya pelayanan publik di sektor investasi. Ia bahkan membandingkan proses perizinan di Indonesia dengan negara tetangga yang dinilai jauh lebih efisien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden, kondisi tersebut sangat memalukan apabila pengurusan izin usaha di Indonesia memakan waktu hingga dua tahun, sementara di Malaysia proses serupa dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua minggu.

Selain menyoroti lambannya birokrasi, Kepala Negara juga mengkritik banyaknya aturan teknis tambahan di tingkat bawah yang dinilai justru memperumit proses investasi. Ia menyebut adanya oknum aparatur yang diduga sengaja menciptakan hambatan administratif demi kepentingan pribadi.

Presiden menegaskan bahwa praktik-praktik semacam itu tidak boleh terus dibiarkan karena dapat merusak kepercayaan investor serta menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai langkah penertiban, Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh menteri kabinet untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran birokrasi di bawah masing-masing kementerian. Ia meminta aparat yang menghambat pelayanan publik dan mengganggu iklim investasi segera ditindak tegas.

Pemerintah, lanjut Presiden, berkomitmen menciptakan sistem pelayanan yang cepat, transparan, dan bersih guna memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi regional.

Rapat Paripurna tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPR RI, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta sejumlah pejabat tinggi negara.

Sumber: TVR Parlemen

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir
Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir
Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik
Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah
Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:44 WIB

BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data

Berita Terbaru

Pendidikan

IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:56 WIB

Verified by MonsterInsights