IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News – Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) mengingatkan pentingnya peran pendidik dalam membentengi generasi muda dari berbagai ancaman di ruang digital.

Pesan tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi Pedagogik #1 yang mengangkat tema “Bagaimana Kurikulum Formal Merespons Bahaya Dunia Digital Secara Preventif: Pendidik sebagai Kompas Moral di Era Digital.”

Forum yang digelar secara hybrid pada Rabu (26/8/2025) itu berlangsung di Ruang Sidang Dekan FMIPA, Gedung Hasjim Asjari Lantai 6, UNJ, Rawamangun, dan diikuti peserta melalui Zoom Meeting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., yang menjadi keynote speaker dan diwakili Dekan FMIPA Dr. Hadi Nasbey, M.Si., menegaskan bahwa derasnya perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan penguatan karakter peserta didik.

Perubahan pola konsumsi informasi, terutama melalui media sosial, membuat anak-anak semakin mudah terpapar berbagai konten. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga harus membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, ketahanan mental, etika, dan nilai kemanusiaan.

Dalam kondisi tersebut, guru dinilai bukan sekadar penyampai materi pelajaran. Pendidik harus mampu menjadi penyaring informasi sekaligus kompas moral bagi peserta didik.

Pendidikan Agama Jadi Benteng
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Jakarta Utara, Samsuriat, M.Pd., menyoroti pentingnya penguatan nilai spiritual dalam menghadapi bahaya digital.

Menurutnya, membentengi anak dari dampak negatif internet tidak cukup hanya dengan mengawasi penggunaan gawai atau melakukan pembatasan terhadap situs tertentu.

Yang lebih penting adalah membangun kesadaran dari dalam diri peserta didik melalui pendidikan karakter dan nilai keagamaan.

Dengan begitu, anak memiliki kemampuan untuk menentukan mana konten yang layak dikonsumsi dan mana yang harus dihindari ketika berada di dunia maya.

Guru Jangan Gagap Teknologi
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidik Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Juwarto, M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru.
Kurikulum harus mampu memberikan ruang bagi pembelajaran mengenai keamanan digital, etika bermedia sosial, serta penggunaan teknologi secara sehat dan produktif.

Persoalannya, kata dia, bukan hanya bagaimana membuat aturan, tetapi bagaimana kebijakan tersebut benar-benar diterapkan di ruang kelas.
Guru dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai pembimbing dan penjaga nilai bagi peserta didik.

Alumni Ikut Bertanggung Jawab
Dari jajaran IKA UNJ, Wakil Ketua Umum II Zacky, yang mewakili Ketua Umum IKA UNJ Sugeng Suparwoto, M.T., menegaskan bahwa persoalan pendidikan di era digital tidak bisa dibebankan kepada sekolah dan pemerintah semata.

Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk keluarga, masyarakat, komunitas, pemerintah, dan alumni.

IKA UNJ melalui forum tersebut ingin memastikan alumni tidak hanya memiliki kepedulian terhadap almamater, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Diskusi dipandu Ketua Bidang Pedagogik PP IKA UNJ, Aan Harinurdin, M.PFis. Forum diarahkan menjadi ruang bertukar gagasan untuk menemukan solusi konkret menghadapi berbagai persoalan pendidikan akibat perkembangan teknologi.

Alumni Mengabdi, Generasi Terlindungi
Forum Diskusi Pedagogik #1 sekaligus menjadi bagian dari semangat #AlumniMengabdi.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap cyberbullying, menurunnya empati, kecanduan gawai, hingga krisis perhatian di kalangan generasi muda, IKA UNJ menilai pendidikan harus bergerak lebih cepat.

Teknologi, menurut forum tersebut, bukan sesuatu yang harus ditakuti. Namun, pemanfaatannya harus dibarengi kemampuan menyaring informasi dan penguatan karakter.

Pesannya jelas: teknologi boleh melaju tanpa rem, tetapi pendidikan jangan sampai kehilangan arah.

Di sinilah pendidik dituntut hadir sebagai kompas moral, agar generasi muda tetap memiliki pegangan nilai ketika menghadapi derasnya arus digital.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transparansi Pengelolaan Dana Revitalisasi SLB Puspa Mentari Garut Jadi Sorotan, Pihak Sekolah dan Ketua RW Beri Penjelasan
Pagu Anggaran Tak Dicantumkan di Papan Proyek SMK Asy-Syuhada, Dugaan Ketidaktransparanan Disorot
BUKAN SEKADAR PRAMUKA! Najma Hayati Bawa Nama Agam ke Jambore Nasional XII
Proyek Rp1,17 Miliar SLB Puspa Mentari Bikin Geger, Ketua RW Ngaku Tidak Tahu Nilai Anggaran
Resmi Diterjunkan! Mahasiswa STISNU Siap Bangun Desa Buaran Bambu dari Akar Rumput
STKIP Kusuma Negara Gelar Writing Camp 2026, Cetak Mahasiswa Produktif dengan Publikasi Berkualitas
Kwarcab Agam Terpilih Wakili Sumatera Barat Tampil di Pentas Seni Jambore Nasional XII 2026
KPKB Soroti Carut-Marut PPDB, Disdik Bogor Diminta Jelaskan Siswa Masuk PKBM
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:56 WIB

IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Transparansi Pengelolaan Dana Revitalisasi SLB Puspa Mentari Garut Jadi Sorotan, Pihak Sekolah dan Ketua RW Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Pagu Anggaran Tak Dicantumkan di Papan Proyek SMK Asy-Syuhada, Dugaan Ketidaktransparanan Disorot

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:22 WIB

BUKAN SEKADAR PRAMUKA! Najma Hayati Bawa Nama Agam ke Jambore Nasional XII

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Proyek Rp1,17 Miliar SLB Puspa Mentari Bikin Geger, Ketua RW Ngaku Tidak Tahu Nilai Anggaran

Berita Terbaru

Pendidikan

IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:56 WIB

Verified by MonsterInsights