Buruh Kepung Kemenaker, Teriak: Stop PHK, Jangan Jadikan Pekerja Tumbal Krisis!

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menggeruduk Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Kamis (4/6/2026). Mereka menuntut pemerintah tidak tinggal diam menghadapi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang belakangan semakin masif di berbagai sektor industri.

Dengan membawa spanduk dan berorasi bergantian, massa buruh menuding perusahaan kerap menjadikan situasi ekonomi global sebagai alasan untuk memangkas tenaga kerja. Mulai dari penguatan dolar AS, perlambatan pasar hingga konflik geopolitik dunia disebut sebagai dalih yang ujung-ujungnya membuat pekerja menjadi korban.

“Setiap kali ekonomi bermasalah, yang pertama dikorbankan selalu buruh. Kami bukan penyebab krisis, bukan penentu nilai tukar dolar, dan bukan pelaku perang global. Karena itu kami menolak dijadikan tumbal demi menyelamatkan keuntungan perusahaan,” tegas Koordinator Lapangan aksi, Sri Rahmawati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data KPBI mencatat sedikitnya 310 pekerja saat ini terancam kehilangan pekerjaan. Mereka terdiri dari 130 buruh PT Amos Indah Indonesia, 120 buruh PT RJS, dan 60 buruh PT MIM. Menurut KPBI, angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari ancaman PHK yang sedang terjadi di berbagai kawasan industri.

Sekretaris Jenderal KPBI, Damar Panca Mulya, meminta pemerintah tidak hanya menjadi penonton. Ia mendesak negara hadir memberikan perlindungan nyata kepada pekerja yang menghadapi ancaman kehilangan mata pencaharian.

“Jangan hanya mencatat angka PHK. Pemerintah harus turun tangan, memediasi konflik ketenagakerjaan dan memastikan perusahaan tidak semena-mena mengorbankan pekerja dengan alasan efisiensi,” kata Damar.

Dalam aksi tersebut, KPBI juga kembali menagih janji pemerintah untuk segera membentuk Satgas PHK dan Kesejahteraan Buruh. Menurut mereka, keberadaan satgas sangat dibutuhkan untuk mencegah semakin meluasnya badai PHK yang menghantui kalangan pekerja.

Selain isu PHK, massa juga menyoroti praktik outsourcing dan dugaan pemberangusan serikat pekerja (union busting) yang dinilai masih marak terjadi.

KPBI menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, yakni mempekerjakan kembali ratusan buruh yang terkena PHK, menghentikan PHK massal dengan alasan ekonomi global, membentuk Satgas PHK dan Kesejahteraan Buruh, mencabut Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Outsourcing, menghentikan praktik union busting, serta menolak penggunaan hasil hilirisasi nikel Indonesia untuk kepentingan industri perang dunia.

Bagi kalangan buruh, PHK bukan sekadar persoalan hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja. Dampaknya jauh lebih luas karena menyangkut kehidupan keluarga yang bergantung pada penghasilan para pekerja.

“PHK berarti hilangnya sumber nafkah. Di balik satu pekerja yang kehilangan pekerjaan, ada keluarga yang kehilangan kepastian untuk makan, sekolah dan berobat. Ini bukan hanya masalah buruh, tetapi masalah sosial yang harus menjadi perhatian negara,” tegas Damar.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menegaskan akan terus mengawal persoalan PHK hingga pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi hak-hak pekerja Indonesia.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relokasi Warga di Desa Kramat Disorot, Ceceran Tanah Diduga Membahayakan Pengguna Jalan
Wali Kota Jakbar Sulap Lahan Sempit Krukut Jadi Kebun Ketahanan Pangan
Pelayanan Kecamatan Pakuhaji Disorot, Warga Dibuat Menunggu Gara-gara Pegawai Telat Masuk Usai Istirahat
Prabowo Tegur Keras Birokrasi di DPR: Jangan Persulit Investasi dan Peras Pengusaha
PTSP Kelurahan Jatinegara Permudah Pengurusan NIB dan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM
Kecamatan Jatinegara Dorong Kolaborasi Masyarakat Kelola Sampah Organik, Bersama Satpel LH
DLH Jatinegara Ajak Petugas Jaga Integritas, Tanpa Pungli di TPS
Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka Tragedi Kereta Bekasi, Desak Evaluasi Total dan Modernisasi Sistem Keselamatan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:38 WIB

Buruh Kepung Kemenaker, Teriak: Stop PHK, Jangan Jadikan Pekerja Tumbal Krisis!

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:09 WIB

Relokasi Warga di Desa Kramat Disorot, Ceceran Tanah Diduga Membahayakan Pengguna Jalan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:29 WIB

Wali Kota Jakbar Sulap Lahan Sempit Krukut Jadi Kebun Ketahanan Pangan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:23 WIB

Pelayanan Kecamatan Pakuhaji Disorot, Warga Dibuat Menunggu Gara-gara Pegawai Telat Masuk Usai Istirahat

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:03 WIB

Prabowo Tegur Keras Birokrasi di DPR: Jangan Persulit Investasi dan Peras Pengusaha

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights