JAKARTA, Mata Aktual News — Ancaman abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat harus diantisipasi sejak dini. Salah satu kebutuhan dasar yang perlu dipastikan ketersediaannya adalah masker, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Wakil Ketua SWI JAYA, Syahrudin Akbar, mengingatkan pemerintah dan pihak terkait agar tidak membiarkan masker kembali menjadi barang yang sulit diperoleh atau mengalami kenaikan harga tidak wajar ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Menurut Syahrudin, pengalaman ketika situasi kesehatan sebelumnya sempat membuat harga masker melonjak seharusnya menjadi pembelajaran. Kondisi tersebut, kata dia, jangan sampai kembali terjadi ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dari paparan abu vulkanik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai masyarakat kembali dihadapkan pada persoalan yang sama: kebutuhan meningkat, tetapi harga justru ikut melonjak tanpa alasan yang wajar,” ujar Syahrudin dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Ia menilai pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif, khususnya dengan memastikan ketersediaan masker sekaligus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Menurutnya, kesiapan bukan hanya soal penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersedia sebelum terjadi lonjakan permintaan.
“Pemerintah dan pihak berwenang perlu melakukan langkah antisipasi sejak awal. Pengawasan terhadap distribusi dan harga masker harus menjadi perhatian,” katanya.
Syahrudin juga meminta rantai pasok masker tetap berjalan normal. Distributor, pedagang, maupun pelaku usaha diharapkan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan kelangkaan atau mendorong kenaikan harga secara tidak wajar.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa aktivitas perdagangan dan keuntungan usaha tetap merupakan bagian dari kegiatan ekonomi. Yang menjadi persoalan, menurut dia, adalah apabila situasi yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat justru dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan secara berlebihan.
“Keuntungan yang wajar adalah bagian dari kegiatan ekonomi. Namun, ketika masyarakat sedang menghadapi situasi yang menyangkut kesehatan dan keselamatan, kepentingan kemanusiaan semestinya tetap menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.
Di sisi lain, Syahrudin mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun penimbunan masker. Menurutnya, membeli sesuai kebutuhan merupakan bentuk kepedulian agar masyarakat lain tetap memiliki akses terhadap perlindungan kesehatan.
“Perlindungan kesehatan bukan hanya persoalan individu, tetapi juga kepentingan bersama,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dapat mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya. Menurutnya, situasi darurat seharusnya menjadi momentum untuk memastikan negara hadir melalui ketersediaan kebutuhan dasar yang mudah diakses masyarakat.
“Jangan sampai masker yang seharusnya menjadi pelindung kesehatan justru berubah menjadi beban bagi masyarakat,” pungkas Syahrudin.
Mata Aktual News mencatat, pernyataan tersebut merupakan pandangan dan dorongan dari Syahrudin Akbar kepada pemerintah serta pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak abu vulkanik. Pengawasan ketersediaan dan harga masker tetap menjadi kewenangan instansi pemerintah dan otoritas terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Reporter: Amor
Editor: Redaksi








