PKH Bonisari Bikin Heboh! Kartu ATM Warga Dipegang Orang Lain, Dugaan Pungutan Ikut Mencuat

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | Mata Aktual News — Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, bikin tanda tanya. Sejumlah penerima manfaat mengaku tak pernah memegang kartu ATM bantuan mereka sendiri.

Bukan cuma itu. Keluhan soal dugaan pungutan saat pembuatan buku tabungan dan kartu ATM juga mencuat.

Temuan tersebut terungkap saat awak media melakukan penelusuran di lapangan, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga yang bekerja sebagai buruh tusuk sate mengaku sejak terdaftar sebagai penerima PKH, kartu ATM miliknya tidak pernah berada di tangannya.

“Saya tidak pernah pegang kartunya, Pak. Kalau ada pencairan, nanti ada yang mengantar, Pak RT,” ujar warga tersebut.

Saat ditanya soal jumlah bantuan, ia menyebut nominal yang diterima tidak selalu sama. Pada pencairan terakhir, warga tersebut mengaku menerima sekitar Rp200 ribu.

Pengakuan itu kemudian ditelusuri lebih jauh. Sejumlah warga lainnya disebut memberikan keterangan serupa. Ada penerima yang kartunya berada di lingkungan RT masing-masing.

Ada pula kartu yang disebut dititipkan kepada pihak yang membantu urusan kesejahteraan masyarakat di Desa Bonisari.

Saat dikonfirmasi, NS (40), yang disebut sebagai pihak perbantuan Kaur Kesra Desa Bonisari, membenarkan adanya warga yang menitipkan kartu ATM PKH kepadanya.

“Benar, Bang, ada beberapa warga yang menitipkan kartunya ke saya dengan alasan takut hilang dan lain-lain,” kata NS.

Nah, di sinilah pertanyaannya. Mengapa kartu ATM penerima bantuan berada di tangan pihak lain?

Apakah penitipan itu atas kemauan sendiri penerima? Apakah ada pencatatan? Apakah ada prosedur resmi yang menjadi dasar penitipan kartu tersebut?

Semua pertanyaan itu perlu dijawab secara terang agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Sebab, kartu ATM bukan sekadar kartu biasa. Benda tersebut menjadi salah satu instrumen bagi penerima manfaat untuk mengakses bantuan yang menjadi haknya.

Masalah belum berhenti di soal kartu.

Awak media juga menerima keluhan mengenai dugaan pungutan dalam proses pembuatan buku tabungan dan kartu ATM bagi penerima manfaat.

Sejumlah warga mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp75 ribu hingga Rp100 ribu.

Besaran biaya yang berbeda-beda ini tentu perlu diperjelas. Apa dasar penarikannya? Siapa yang menarik? Dan apakah biaya tersebut merupakan ketentuan resmi bank atau ada biaya lain di luar ketentuan?

Jangan sampai masyarakat penerima bantuan yang seharusnya mendapatkan kemudahan justru terbebani biaya yang tidak jelas dasar hukumnya.

Jangan Sampai Bantuan Jadi Ladang Keuntungan

PKH merupakan program bantuan sosial pemerintah untuk keluarga penerima manfaat sesuai kriteria yang ditetapkan.

Karena itu, proses penyalurannya harus transparan dan akuntabel. Hak masyarakat penerima juga harus dijaga.

Jika nantinya terbukti ada pungutan yang tidak memiliki dasar atau penyalahgunaan penguasaan kartu penerima manfaat, tentu persoalan tersebut harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Pemerintah Desa Bonisari dan instansi terkait ditunggu keterangannya.

Publik ingin tahu: bagaimana sebenarnya mekanisme penyaluran PKH di Bonisari? Siapa yang boleh memegang kartu penerima? Bagaimana prosedur penitipannya? Dan apakah biaya Rp75 ribu sampai Rp100 ribu itu resmi?

Mata Aktual News akan terus mengawal persoalan ini dan meminta klarifikasi dari Pemerintah Desa Bonisari, pihak bank penyalur, pendamping PKH, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, hingga Kementerian Sosial.

Satu hal yang pasti, bantuan untuk rakyat jangan sampai berubah menjadi ladang keuntungan pihak tertentu.

Reporter: Jaya Sumirat
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Festival! Budayantara Usung Misi Diplomasi Budaya dan Solidaritas Palestina
Proyek Kantor Pemulasaraan TPU Jaktim Disorot, PBG Dipertanyakan, K3 Jadi Catatan
Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan
Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material
Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?
Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif
PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks
Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Bukan Sekadar Festival! Budayantara Usung Misi Diplomasi Budaya dan Solidaritas Palestina

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Proyek Kantor Pemulasaraan TPU Jaktim Disorot, PBG Dipertanyakan, K3 Jadi Catatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights