Jalan Rusak dan Gelap di Lebak: KPKB Desak Audit Anggaran Pemeliharaan

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Mata Aktual News– Ruas jalan Rangkasbitung–Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, kembali jadi sorotan. Lubang besar menganga, marka jalan nyaris tak terlihat, dan minimnya penerangan jalan umum (PJU) menjadikan akses malam hari ibarat jalur maut bagi pengendara.

Pantauan langsung di lapangan menemukan kondisi rusak parah tersebar di berbagai titik. Warga menilai, kerusakan ini bukan sekadar gangguan, tapi ancaman keselamatan.

Andi (45), warga Kecamatan Cileles yang setiap hari mengangkut kelapa ke Pasar Rangkasbitung, menyampaikan keluhannya.
“Lubangnya dalam, jalan gelap. Bahaya bawa barang. Motor saya sudah sering nyaris jatuh,” ujarnya, Senin (16/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini tak luput dari perhatian Kumpulan Pemantau Korupsi Banten (KPKB). Aktivis KPKB, Zefferi, secara tegas menuding adanya potensi ketidakwajaran dalam pengelolaan anggaran pemeliharaan jalan.

“Ruas ini vital. Tapi rusak dan gelap dibiarkan begitu saja. Kami akan menyurati Pemkab Lebak untuk mendesak pemasangan PJU dan meminta audit menyeluruh atas anggaran jalan ini. Harus ada transparansi. Ini bukan soal keluhan, ini soal nyawa,” tegas Zefferi.

Upaya konfirmasi kepada Sekda Kabupaten Lebak, Budi Santoso, belum membuahkan hasil. Panggilan telepon tidak dijawab. Diamnya pemerintah makin menebalkan dugaan adanya kelalaian serius dalam perencanaan maupun realisasi anggaran.

Warga mendesak pemerintah tidak lagi menunda perbaikan. Ruas Rangkasbitung–Gunung Kencana bukan jalur kecil—ini jalur ekonomi dan mobilitas utama warga selatan Lebak.

“Kami tak butuh janji, kami butuh aksi!” tegas warga di lokasi.

(Red)

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Gudang 2 Lantai di Kosambi Diduga Tak Sesuai PBG, Lurah dan Satpol PP Saling Lempar Kewenangan
Anggaran Rp4,2 Miliar untuk Alat Kantor DPMD Bogor Dipertanyakan, GPII: Desa Masih Banyak yang Butuh!
Truk Tanah Diduga Langgar Jam Operasional, Kecelakaan di Pakuhaji Kembali Jadi Sorotan
Garda Prabowo Turun ke Sawah, Bawa Solusi Organik untuk Selamatkan Lahan Pertanian Ciamis
Wamenaker dan Desk Ketenagakerjaan Mabes Polri Tangani Sengketa PHK PT Amos Indah Indonesia
Geruduk Kantor Imigrasi, Aktivis Bongkar Dugaan Permainan KITAS WNA Rusia: “Siapa yang Melindungi Mereka?”
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:12 WIB

Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:10 WIB

Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:16 WIB

Gudang 2 Lantai di Kosambi Diduga Tak Sesuai PBG, Lurah dan Satpol PP Saling Lempar Kewenangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:33 WIB

Anggaran Rp4,2 Miliar untuk Alat Kantor DPMD Bogor Dipertanyakan, GPII: Desa Masih Banyak yang Butuh!

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:00 WIB

Truk Tanah Diduga Langgar Jam Operasional, Kecelakaan di Pakuhaji Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights