Integritas Guru Diuji di Tengah Modus Pungutan Berkedok Komite Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Mata Aktual News.
Peringatan Hari Guru 2025 kembali menjadi pengingat pentingnya peran pendidik sebagai penjaga moralitas dalam dunia pendidikan. Di tengah meningkatnya laporan pungutan liar berkedok “sumbangan komite sekolah”, integritas guru disebut sebagai benteng utama untuk memastikan sekolah tetap menjadi ruang belajar yang aman dan bersih dari praktik merugikan.

Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menegaskan bahwa tantangan integritas di sekolah nyata dan mengkhawatirkan. Sejumlah temuan Ombudsman di berbagai daerah memperlihatkan bagaimana komite sekolah kerap disalahgunakan sebagai sarana pungutan yang mengikat orang tua murid.

Di Nusa Tenggara Timur, Ombudsman mencatat adanya pungutan pendaftaran ulang yang dipadukan dengan “sumbangan komite” hingga Rp150 ribu per bulan. Sementara di Bangka Belitung, keluhan muncul dari orang tua SD dan SMP terkait pungutan kegiatan perpisahan yang mencapai Rp300–400 ribu per siswa. Dalam beberapa kasus, sekolah bahkan diminta mengembalikan dana pungutan setelah dinyatakan melanggar aturan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski DKI Jakarta tidak pernah mengumumkan kasus besar dalam beberapa tahun terakhir, potensi penyimpangan tetap ada. Dinas Pendidikan DKI secara resmi membuka kanal pengaduan bagi pelajar dan orang tua jika menemukan pungutan apa pun di sekolah. Ombudsman RI juga mengingatkan bahwa komite sekolah berisiko berubah menjadi “lembaga tukang pungut” bila sumbangan dikemas sedemikian rupa hingga terkesan wajib.

Agung menilai kondisi ini menempatkan guru pada ujian moral. “Ketika komite berubah menjadi alat pungutan, guru sebenarnya sedang diuji: apakah berdiri bersama murid dan orang tua, atau ikut dalam praktik yang membebani?” ujar Agung dalam keterangannya, Selasa.(25/11/2025)

Menurutnya, guru yang memilih menolak pungutan tidak sah bukan hanya mematuhi regulasi, tetapi menjaga martabat profesi dan memberikan teladan kejujuran kepada peserta didik. “Integritas bukan sekadar materi pelajaran, tetapi keputusan yang diambil setiap hari,” katanya.

Bagi sebagian besar keluarga, pungutan tambahan bukan sekadar nominal, melainkan beban psikologis di tengah biaya hidup yang terus meningkat. Keberadaan guru yang menolak pungutan ilegal membuat sekolah kembali pada hakikatnya: ruang tumbuh, bukan ruang transaksi.

Agung berharap momentum Hari Guru dapat menjadi refleksi bersama. “Mereka yang menjaga integritas adalah penjaga pagar moral pendidikan. Mereka memastikan partisipasi orang tua tetap sukarela, bukan paksaan terselubung,” ujarnya.

Dengan keteguhan para guru berintegritas, publik diyakini dapat kembali menaruh harapan bahwa masa depan pendidikan Indonesia dibangun melalui keteladanan, bukan sekadar kebijakan.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penahanan Ijazah Masih Terjadi, “Tebus Ijazah” Dinilai Tak Selesaikan Masalah
Hardiknas 2026: Syahrudin Akbar Tegas Stop Menahan Ijazah, Jangan Sandera Masa Depan Siswa!
Api Unggun Membara! Perkemahan SDN CBU 03 Tempa Mental, Disiplin, dan Jiwa Sosial Siswa
Seru! Hari Kartini, Siswa SD “Turun Gunung” ke Polres, Belajar Jadi Polisi Sehari
Atap MTS Muhammadiyah Kampung Tangah Jebol, kemenag Agam Salurkan Bantuan
TKA 2026 Sukses Total! SD Angkasa 4 Halim Tunjukkan Kualitas dan Integritas Pendidikan
Miris! Atap Sekolah Jebol, Siswa MTsM Kampung Tangah Terpaksa Belajar di Tengah Ancaman
Viral Video Pegawai SMPN 138, Disdik DKI Gercep: Langsung Nonaktif!
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:32 WIB

Penahanan Ijazah Masih Terjadi, “Tebus Ijazah” Dinilai Tak Selesaikan Masalah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:12 WIB

Hardiknas 2026: Syahrudin Akbar Tegas Stop Menahan Ijazah, Jangan Sandera Masa Depan Siswa!

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:02 WIB

Api Unggun Membara! Perkemahan SDN CBU 03 Tempa Mental, Disiplin, dan Jiwa Sosial Siswa

Rabu, 22 April 2026 - 12:23 WIB

Seru! Hari Kartini, Siswa SD “Turun Gunung” ke Polres, Belajar Jadi Polisi Sehari

Selasa, 21 April 2026 - 21:24 WIB

Atap MTS Muhammadiyah Kampung Tangah Jebol, kemenag Agam Salurkan Bantuan

Berita Terbaru

Internasional

WPO Eropa Apresiasi FWJI di Hari Pers Sedunia 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:00 WIB

Verified by MonsterInsights