JAKARTA, Mata Aktual News – Bukan sekadar berkemah. SDN Cipinang Besar Utara 03 benar-benar “menggembleng” 175 siswanya lewat Perkemahan Kamis–Jumat, 30 April–1 Mei 2026. Dari api unggun hingga pionering, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk karakter kuat sejak usia dini.

Mengusung tema “Wujudkan Pramuka Penggalang yang Berkarakter, Berakhlak Mulia, Peduli Sesama, dan Terampil,” kegiatan ini langsung dipimpin Kepala Sekolah Samsudin, S.Pd., bersama para pembina Pramuka.
Pembukaan dilakukan Kepala Kwartir Ranting Jatinegara, Kak Donny Kuswara, S.Pd., yang menegaskan Pramuka bukan kegiatan biasa.
“Di sinilah karakter ditempa. Anak-anak belajar tangguh, disiplin, dan peduli,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak ada waktu terbuang. Siswa digas melalui berbagai materi teknik kepramukaan seperti sandi morse dan kompas, lalu diuji lewat kegiatan lapangan hingga kerja tim.
Malam hari jadi puncak emosional. Api unggun menyala, pentas seni pecah, dan renungan malam membawa peserta pada refleksi diri dan nilai spiritual.
Keesokan harinya, fisik kembali ditempa lewat senam pagi, pionering, hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang menuntut kekompakan dan ketegasan.
Kepala Sekolah Samsudin menegaskan, tujuan utama kegiatan ini jelas: membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berkarakter.
“Anak-anak harus siap menghadapi tantangan zaman dengan disiplin, mandiri, dan mampu bekerja sama,” ujarnya.
Penutupan berlangsung penuh semangat dengan pembagian penghargaan bagi peserta terbaik. Kegiatan dilanjutkan “operasi semut” sebagai aksi nyata kepedulian lingkungan nilai kecil dengan dampak besar.
Guru pembina Nurkensi, S.Pd., menekankan pentingnya nilai kebhinekaan dan Dasa Dharma Pramuka.
“Ini bekal hidup mereka, bukan sekadar kegiatan sekolah,” katanya.
Dukungan juga datang dari orang tua. Putriana menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman penting bagi anak.
“Di sini anak belajar mandiri dan bertanggung jawab. Ini pendidikan yang nyata,” ungkapnya.
Perkemahan ini jadi bukti: pendidikan karakter tak cukup di kelas. Harus ditempa, dirasakan, dan dijalani langsung.
Reporter: Syahrudin
Editor: Redaksi








