Diduga Pungli, Alun-Alun Teluknaga Jadi Polemik: Fasilitas Publik Berubah Lahan Komersial

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | Mata Aktual News – Alun-alun Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang dibangun dan direnovasi menggunakan dana APBD Pemkab Tangerang, diduga tidak lagi sepenuhnya berfungsi sebagai ruang publik gratis bagi masyarakat. Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan adanya praktik pungutan liar (pungli) yang membebani pekerja kebersihan, pelaku UMKM, hingga pengunjung.

Berdasarkan hasil observasi dan investigasi awak Mata Aktual News di lokasi pada Minggu (14/12/2025), diperoleh keterangan dari beberapa narasumber, termasuk petugas kebersihan dan pedagang UMKM, yang mengungkap adanya perubahan pengelolaan disertai kebijakan sepihak.

Salah satu petugas kebersihan berinisial L.A mengaku mengalami penurunan upah secara signifikan sejak adanya pergantian pengelola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu kami bekerja menjaga kebersihan alun-alun dengan upah harian Rp75 ribu. Setelah pengelola berganti, upah kami turun menjadi Rp25 ribu per hari. Dengan kondisi seperti itu, kami memilih keluar dan mencari pekerjaan lain,” ujarnya.

Tak hanya itu, pelaku UMKM yang berjualan di kawasan alun-alun juga mengaku dibebani iuran bulanan yang nilainya cukup besar. Setiap lapak dikenakan pungutan sekitar Rp450.000 per bulan.

“Alasannya untuk kebersihan dan listrik, katanya dari pihak kecamatan,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Pedagang menyebutkan bahwa pungutan tersebut ditarik oleh ketua Mahrumi, Koordinator PEI, serta wakil koordinator Jaro Jas alias Sarmin. Mereka mengklaim pungutan dilakukan di bawah arahan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Teluknaga,

Selain pungutan terhadap pedagang, dugaan pungli juga terjadi pada pengunjung. Area parkir di sekitar alun-alun yang seharusnya gratis sebagai fasilitas publik justru dipungut biaya.

“Ini alun-alun dibangun dari pajak rakyat, tapi kami masih harus bayar parkir. Sangat disayangkan,” ujar salah satu pengunjung warga Teluknaga.

Kondisi ini memunculkan polemik di tengah masyarakat. Alun-alun yang semestinya menjadi ruang publik terbuka dan bebas pungutan justru diduga berubah menjadi lahan bernilai komersial yang dikelola oleh oknum tertentu.

Dalam hasil penelusuran awak media, seluruh alur pungutan tersebut diduga bersumber dari instruksi Sekcam Teluknaga, yang mengarahkan pengelola di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Kecamatan Teluknaga maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Masyarakat dan pelaku UMKM berharap Pemkab Tangerang serta aparat penegak hukum dapat turun tangan secara tegas untuk mengusut dugaan pungli ini. Mereka menuntut agar alun-alun dikembalikan pada fungsi awalnya sebagai fasilitas publik gratis dan ramah bagi masyarakat, serta UMKM dapat berjualan sesuai aturan yang adil dan transparan.

Reporter: Dian Pramudja
Editor: Redaktur

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Gudang 2 Lantai di Kosambi Diduga Tak Sesuai PBG, Lurah dan Satpol PP Saling Lempar Kewenangan
Anggaran Rp4,2 Miliar untuk Alat Kantor DPMD Bogor Dipertanyakan, GPII: Desa Masih Banyak yang Butuh!
Truk Tanah Diduga Langgar Jam Operasional, Kecelakaan di Pakuhaji Kembali Jadi Sorotan
Garda Prabowo Turun ke Sawah, Bawa Solusi Organik untuk Selamatkan Lahan Pertanian Ciamis
Wamenaker dan Desk Ketenagakerjaan Mabes Polri Tangani Sengketa PHK PT Amos Indah Indonesia
Geruduk Kantor Imigrasi, Aktivis Bongkar Dugaan Permainan KITAS WNA Rusia: “Siapa yang Melindungi Mereka?”
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:12 WIB

Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:10 WIB

Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:16 WIB

Gudang 2 Lantai di Kosambi Diduga Tak Sesuai PBG, Lurah dan Satpol PP Saling Lempar Kewenangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:33 WIB

Anggaran Rp4,2 Miliar untuk Alat Kantor DPMD Bogor Dipertanyakan, GPII: Desa Masih Banyak yang Butuh!

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:00 WIB

Truk Tanah Diduga Langgar Jam Operasional, Kecelakaan di Pakuhaji Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights