Bosowa Asuransi Diduga Wanprestasi Terkait Klaim dari PT Adiyaksa Nusantara Jaya

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News — Putusan Inkrah Pengadilan Nomor 1027/Pdt.G/2023/PT DKI tertanggal 16 November 2023 juncto Putusan Mahkamah Agung Nomor 4106 K/Pdt/2024 tertanggal 9 Oktober 2024 terkait sidang perdata antara PT Bosowa Asuransi dan PT Adiyaksa Nusantara Jaya, tidak membuat pihak PT Bosowa segera menyelesaikan tanggungjawabnya terkait pencairan klaim asuransi terhadap PT Adiyaksa Nusantara Jaya. Hal ini diutarakan oleh Direktur PT Adiyaksa Armen kepada awak media, pada hari Rabu, (10/62026).

Armen selaku Direktur Adiyaksa kembali mendatangi PT Bosowa untuk meminta kejelasan terkait pembayaran klaim asuransi yang hingga kini belum terealisasi, meskipun perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) berdasarkan putusan pengadilan. Dalam pertemuan tersebut, Armen diterima oleh Indra selaku Divisi Klaim dan Pandu dari Divisi Keuangan PT Bosowa, pertemuan itu dilakukan untuk mempertanyakan tindak lanjut pelaksanaan putusan pengadilan yang menurut PT Adiyaksa telah menetapkan kewajiban pembayaran klaim kepada nasabah.

Menurut keterangan Pandu dari Divisi Keuangan yang disampaikan dalam pertemuan mengatakan, “proses pembayaran klaim disebut belum bisa dilaksanakan olehnya karena data klaim belum masuk kepada dirinya sebagai dasar pelaksanaan pembayaran, ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Indra selaku perwakilan Divisi Klaim disebut belum menyampaikan keputusan final terkait realisasi pembayaran klaim yang sebelumnya telah dibahas di tingkat atas manajemen perusahaan, dari kami (Bosowa) masih menunggu dari pihak Legal kami terkait perkara ini dan saya pribadi tidak bisa menyampaikan statemant yang lebih jauh lagi karena ini sudah ranah pimpinan (Direktur), kata Indra.

Armen menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk memperdebatkan kembali substansi perkara, melainkan untuk meminta pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan Ia menyayangkan kepada Direktur Bosowa Janso Silaen SE.MM, QRGP yang tak pernah mau menjumpainya, hingga kunjungannya yang sudah berkali-kali ke Kantor PT Bosowa.

Terpisah PH dari PT Adiyaksa Nusantara Jaya Dr. Eddie Kusuma SH. MH saat ditemui dikantornya mengatakan, “perkara klaim asuransi PT Adiyaksa sudah jelas memiliki ketetapan hukum yang pasti, jadi sudah sepatutnya pihak Bosowa Melakukan pembayaran, jadi tunggu apalagi?, dengan melakukan penundaan terus menerus itu sudah jelas hal yang dilakukan adalah perbuatan wanprestasi, tidak patuh dan tunduk dengan hukum yang ada di Republik ini, bila dari Bosowa mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan upaya pelaporan terkait adanya dugaan tindak pidananya, hal itu tidak menggugurkan apa yang sudah inkrah, apalagi dari pihak Bosowa sudah ada pengakuan dengan mencoba melakukan pembayaran dengan cara diangsuran sebesar 200 juta perbulan hingga 84 kali (7 Thn) dari Nilai klaim : Rp 16.701.687.680
Bunga :Rp 1.002.101.260
TOTAL :Rp 17.703.788.940, pada 31 Desember 2024 lalu, tapi kami menolaknya.

Lebih lanjut Eddi mengatakan, “saya sudah bersurat ke pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kapan akan dilakukan eksekusi, dari PN Jakarta Selatan memberi jawaban bahwa pihaknya sudah bersurat ke OJK terkait hal tersebut, namun dari pihak OJK belum memberikan jawaban, kata Eddi.

(Tim)

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat Disorot, Dugaan COD di WC Umum Mencuat
Bea Cukai Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, 10,78 Juta Batang Diamankan
Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat Disorot, Polisi Diminta Bertindak Tegas
KPKB Gebrak KPK: Bongkar Tuntas Jejak Rp1,5 Miliar di Pemkab Bogor
TABUNG GAS MELON 3 KG TANPA SEGEL AGEN, SPBE DAN AGEN SALING TUDING
MOTOR DITARIK JAM 00.41 WIB! KTA “MITRA ADIRA” Bikin Heboh, SESUAI SOP ATAU MAIN SERONG?
KPK Bongkar Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dokumen Pengadaan Disita!
KPK Geledah Bappenda dan BKPSDM Bogor, Dokumen Dugaan Potong Insentif Diburu
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:52 WIB

Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat Disorot, Dugaan COD di WC Umum Mencuat

Kamis, 10 September 2026 - 14:50 WIB

Bea Cukai Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, 10,78 Juta Batang Diamankan

Selasa, 8 September 2026 - 16:06 WIB

Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat Disorot, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Sabtu, 5 September 2026 - 11:24 WIB

KPKB Gebrak KPK: Bongkar Tuntas Jejak Rp1,5 Miliar di Pemkab Bogor

Selasa, 1 September 2026 - 14:29 WIB

TABUNG GAS MELON 3 KG TANPA SEGEL AGEN, SPBE DAN AGEN SALING TUDING

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights