BOGOR, Mata Aktual News – Badan Pusat Statistik (BPS) terus mematangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Sebanyak 88 petugas sensus se-Kecamatan Tajurhalang dikumpulkan dalam rapat koordinasi di Desa Kalisuren, Kabupaten Bogor, Kamis (23/7/2026).

Rakor ini digelar untuk menyamakan persepsi petugas, mengevaluasi hasil pendataan di lapangan, sekaligus memastikan seluruh tahapan sensus berjalan sesuai standar operasional BPS.
Narahubung BPS, Yuli, menegaskan kualitas Sensus Ekonomi 2026 sangat ditentukan oleh profesionalisme petugas. Karena itu, seluruh petugas diminta menjaga akurasi data dan bekerja sesuai prosedur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bergantung pada kerja sama seluruh petugas. Kami berharap setiap petugas tetap menjaga kualitas data, bekerja sesuai prosedur, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama proses pendataan,” ujar Yuli.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Kalisuren mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan sensus. Sekretaris Desa Kalisuren, Mahmur, A.Md., menyebut peran Ketua RT, Ketua RW, hingga warga menjadi faktor penting kelancaran pendataan.
“Atas nama Pemerintah Desa Kalisuren, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ketua RT, Ketua RW, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada petugas sensus.
Berkat kerja sama semua pihak, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Desa Kalisuren berjalan lancar dan sesuai target,” kata Mahmur.
Menurutnya, data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan memperkuat perekonomian daerah.
Rapat koordinasi ditutup dengan evaluasi dan diskusi teknis untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan serta menyusun langkah penyempurnaan pendataan. BPS berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar menghasilkan data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional.
Reporter: Amor
Editor: Redaksi








