TANGERANG | Mata Aktual News – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mematangkan persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Hingga awal Januari 2026, progres pematangan dan pemadatan lahan dilaporkan telah mencapai 95 persen.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau lokasi TPA Jatiwaringin, Senin (5/1/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang serta Direktur PDAM Tirta Kerta Raharja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, hari ini kami meninjau langsung kesiapan lahan TPA Jatiwaringin yang akan digunakan untuk pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. Secara keseluruhan, progres pematangan dan pemadatan lahan sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Maesyal Rasyid kepada wartawan.
Ia menjelaskan, sisa pekerjaan yang masih berjalan merupakan tahap akhir pemadatan lahan. Proses tersebut sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca, mengingat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kendala memang ada karena musim hujan, namun kami melihat upaya DLH sudah sangat baik, termasuk penutupan gunungan dan timbunan sampah dengan geomembran. Ini menjadi bagian penting dalam penataan dan pengelolaan TPA yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, setelah seluruh proses pematangan lahan rampung, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tahapan lanjutan pembangunan PSEL.
Terkait ketersediaan pasokan sampah, Maesyal Rasyid memastikan Kabupaten Tangerang memiliki volume yang mencukupi untuk mendukung operasional PSEL. Saat ini, produksi sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 2.700 ton per hari, jauh di atas kebutuhan minimal PSEL yang berkisar 1.000 ton per hari.
“Bahkan ke depan, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan untuk mendukung keberlanjutan operasional PSEL,” jelasnya.
Ia berharap, kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, sekaligus berkontribusi pada penyediaan energi listrik yang ramah lingkungan.
“Harapannya, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan tertib, optimal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya.
Reporter: Alex Didi
Editor: Anandra






