Jakarta Timur, Mata Aktual News —
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Timur terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja dengan menggencarkan program “Satpol PP Goes To School”. Kali ini, kegiatan digelar di SMA Negeri 100 Jakarta pada Senin (17/11/2025), dengan fokus utama meningkatkan literasi hukum dan kesadaran pelajar terhadap bahaya bullying, narkoba, hingga kejahatan siber.
Program edukatif ini diikuti oleh 206 siswa, menghadirkan narasumber dari kepolisian, kejaksaan, serta konsultan pendidikan. Turut hadir Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Timur, Kasi Linmas dan Kehumasan, Kasatpol PP Kecamatan Jatinegara beserta jajaran, Kepala Sekolah SMAN 100 Jakarta, dan anggota Satpol PP se-Jakarta Timur.
Kasatpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh, menegaskan bahwa literasi hukum menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ini kami laksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konsekuensi hukum dari tindakan seperti bullying, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba. Kami ingin mereka menjadi generasi yang paham aturan dan mampu menjaga diri,” jelasnya.
Penguatan Pemahaman Hukum Lewat Materi Interaktif
Kegiatan dimulai dengan upacara pengibaran bendera yang dipimpin langsung oleh jajaran Satpol PP. Setelah itu, siswa masuk ke aula untuk mengikuti rangkaian materi dan pre-test.

Sesi pertama disampaikan oleh AKP Sri Yatmini, SH, Kanit PPA Polres Metro Jakarta Timur. Ia membahas lengkap mengenai bullying, kejahatan siber, serta bentuk-bentuk kenakalan remaja yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Materi berikutnya diisi oleh Danang Dwi Prakoso, SH, Kasubsi Intelijen Kejari Jakarta Timur. Ia memaparkan aspek hukum yang harus dipahami siswa, mulai dari ancaman pidana tawuran, penyalahgunaan narkotika, hingga tindak kriminal lainnya yang melibatkan remaja.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, Kahoot Quiz berhadiah souvenir, serta post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Materi penutup dibawakan oleh Rizki Mahardiyanto dari BST Consulting mengenai kesehatan mental dan pola pergaulan positif.
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan
Teguh memastikan bahwa program ini akan berkelanjutan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah Jakarta Timur.

“Kami ingin pelajar memahami aturan hukum sejak dini agar mereka terhindar dari berbagai perilaku menyimpang. Satpol PP akan terus hadir memberikan edukasi dan dukungan,” tegasnya.
Melalui program “Satpol PP Goes To School”, pemerintah berharap tercipta generasi pelajar yang berani menolak kekerasan, bebas dari narkoba, bijak berinternet, dan memiliki kesadaran hukum yang kuat.
Reporter: M. Sofyan
Editor: Anandra







