Polemik Ketenagakerjaan di PT Sumed Baru Industry, Partai Buruh dan LSM Turun Tangan!

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang | Mata Aktual News Polemik ketenagakerjaan mencuat di lingkungan perusahaan PT Sumed Baru Industry, Kabupaten Tangerang. Sejumlah dugaan pelanggaran hak pekerja yang dilaporkan oleh mantan karyawan mendorong Partai Buruh bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM) turun langsung melakukan investigasi lapangan, Kamis (27/11/2025).

Investigasi tersebut dilakukan menyusul laporan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, dugaan jam kerja panjang (long shift), upah yang dinilai tidak sesuai ketentuan, hingga tidak terpenuhinya hak jaminan sosial tenaga kerja.

Perwakilan LSM, M. Insani Bayhaqi, mengaku menemukan sejumlah indikasi pelanggaran ketenagakerjaan di perusahaan tersebut. Salah satu temuan yang disoroti adalah tidak didaftarkannya sebagian karyawan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan meski telah bekerja selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menemukan indikasi kuat adanya pelanggaran hak normatif pekerja, mulai dari upah lembur, upah pokok yang diduga di bawah UMK, hingga tidak adanya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat merugikan buruh,” ujar Insani kepada Mata Aktual News.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, sehingga dugaan pelanggaran tersebut diduga berlangsung cukup lama tanpa penindakan tegas.

Senada dengan hasil temuan tersebut, aparat kewilayahan setempat menyebut bahwa manajemen perusahaan memang kerap menjadi sorotan. Aparat menyarankan agar persoalan ini ditempuh melalui mekanisme hukum agar terdapat kepastian hukum bagi para pekerja.

“Sebaiknya persoalan ini diselesaikan melalui jalur hukum agar ada efek jera dan kepastian bagi para korban,” ujar salah satu aparat yang enggan disebutkan namanya.

Partai Buruh sebagai pendamping pekerja juga menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka akan mendorong agar permasalahan tersebut segera ditangani oleh instansi terkait dan aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pelanggaran pidana ketenagakerjaan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Sumed Baru Industry belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai dugaan yang disampaikan. Redaksi Mata Aktual News masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada manajemen perusahaan.

LSM dan Partai Buruh turut mendesak Moch. Maesyal Rasyid serta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Tangerang, guna memastikan hak-hak pekerja terlindungi sesuai peraturan perundang-undangan.

“Negara harus hadir melindungi buruh. Jika terbukti melanggar, perusahaan harus diberikan sanksi tegas,” tegas Insani.

Redaksi menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini serta membuka ruang hak jawab bagi pihak perusahaan sesuai amanat Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Reporter: Dian Pramudja
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Internasional

WPO Eropa Apresiasi FWJI di Hari Pers Sedunia 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:00 WIB

Verified by MonsterInsights