Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News – Mayjend (Purn) Tatang Zaenudin menegaskan bahwa Indonesia harus berani mengambil sikap tegas dalam forum internasional, termasuk mempertimbangkan mundur dari Board of Peace (BOP) apabila organisasi tersebut dinilai tidak lagi menjalankan prinsip-prinsip dasar perdamaian secara adil dan objektif.
Pernyataan tersebut disampaikan Tatang di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai bahwa Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang konsisten menjunjung tinggi nilai perdamaian dunia serta keadilan global.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam lembaga internasional harus tetap sejalan dengan kepentingan nasional serta prinsip keadilan yang menjadi dasar politik luar negeri Indonesia.

“Indonesia telah lama berkomitmen terhadap perdamaian dunia. Namun kita tidak boleh mengorbankan prinsip dan kepentingan rakyat hanya untuk tetap berada dalam sebuah lembaga yang dinilai telah menyimpang dari tujuan utamanya,” tegas Tatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai Board of Peace (BOP) seharusnya menjadi forum yang netral dan objektif dalam menangani berbagai persoalan konflik global. Namun apabila lembaga tersebut justru dimanfaatkan untuk kepentingan politik atau geopolitik pihak tertentu, maka Indonesia perlu mempertimbangkan langkah strategis.

“Jika praktik yang menyimpang terus terjadi dan tidak ada upaya perbaikan yang nyata, Indonesia harus berani menyatakan sikap, termasuk mempertimbangkan untuk mundur dari BOP,” ujarnya.

Meski demikian, Tatang menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti Indonesia menutup diri dari kerja sama internasional. Ia menilai Indonesia tetap harus memainkan peran aktif dalam menciptakan perdamaian dunia melalui forum internasional yang kredibel.

Menurutnya, Indonesia dapat memperkuat kontribusi perdamaian melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa serta kerja sama regional bersama negara-negara di kawasan Association of Southeast Asian Nations.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas diplomasi perdamaian, mediasi konflik, serta bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari peran Indonesia dalam menjaga stabilitas global.

Selain itu, Tatang menilai stabilitas dalam negeri juga menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia. Oleh karena itu, penguatan ketahanan ekonomi, keamanan nasional, serta harmoni sosial harus terus dijaga.

“Indonesia harus berani mengambil sikap yang konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai perdamaian dan keadilan. Jika prinsip-prinsip tersebut diabaikan, maka menyatakan kesiapan untuk mundur dari BOP adalah sikap yang wajar demi menjaga martabat bangsa,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
PENGUMUMAN STOP PERS
Keluarga Besar Mata Aktual News Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Try Sutrisno
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights