Petani Desa Gempol Sari Terima Bantuan Traktor Roda Dua Program Prioritas Presiden

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | Mata Aktual News — Pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Kali ini, bantuan berupa traktor roda dua diterima oleh petani di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Sabtu (31/1/2026).

Bantuan tersebut diserahkan kepada tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Kampung Malang, Kelompok Tani Putat, dan Kelompok Tani Gaga Kecil. Penyaluran alsintan ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Tangerang Angga Rensa H, Kepala Bidang Alsintan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, serta perwakilan dari instansi terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang melalui Angga Rensa H menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian, khususnya bagi petani kecil di daerah.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani. Kami mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Menurut Angga, mekanisasi pertanian melalui bantuan alsintan tidak hanya mempercepat proses kerja di lapangan, tetapi juga berpotensi menekan biaya operasional dan meningkatkan hasil produksi.

“Dengan alat mesin yang memadai, petani dapat mengolah lahan lebih efisien, sehingga produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Gempol Sari, Suherman, mengaku bantuan traktor roda dua tersebut sangat membantu petani dalam mengolah lahan, terutama menjelang musim tanam.

“Sebelumnya, pengolahan lahan bisa memakan waktu hingga dua minggu. Dengan adanya traktor ini, prosesnya bisa jauh lebih cepat sehingga jadwal tanam dapat lebih optimal,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Kampung Malang, Muhamad Obo. Ia menilai bantuan alsintan tersebut sangat bermanfaat bagi petani kecil yang selama ini masih mengandalkan cara manual dalam mengolah lahan.

“Kami berharap dengan adanya traktor roda dua ini, hasil panen dapat meningkat dan kesejahteraan petani bisa lebih baik,” ujarnya.

Program bantuan alsintan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu lumbung pangan dunia.

Melalui dukungan sarana produksi, pembinaan kelompok tani, serta percepatan mekanisasi pertanian, pemerintah berharap pembangunan sektor pertanian dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi petani di seluruh Indonesia.

Reporter: Alex Didi
Editor: Redpel

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka Tragedi Kereta Bekasi, Desak Evaluasi Total dan Modernisasi Sistem Keselamatan
Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!
Kali Ditutup, Rumah Kebanjiran: Warga Cengkareng Barat Menjerit, Minta Pemkot Bertindak
Disorot! SPPG Ulujami Belum Standar, Wakil Kepala BGN: Jangan Main-Main dengan Keamanan Pangan
“Bau Tak Sedap” Wakaf Kandawati: DKM Ditinggal, Dugaan Dana Rp50 Juta Mengalir, Siapa Bermain?
Tersangka Bantargebang Muncul, Pemprov DKI: Hukum Jalan, Pembenahan Digeber!
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen, IPM Tertinggi Nasional dalam LKPJ 2025
Azis Khafia Tegas: Mengubur Ikan Hidup-Hidup Itu Haram!
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:58 WIB

Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka Tragedi Kereta Bekasi, Desak Evaluasi Total dan Modernisasi Sistem Keselamatan

Rabu, 29 April 2026 - 12:40 WIB

Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!

Selasa, 28 April 2026 - 13:52 WIB

Kali Ditutup, Rumah Kebanjiran: Warga Cengkareng Barat Menjerit, Minta Pemkot Bertindak

Kamis, 23 April 2026 - 17:39 WIB

Disorot! SPPG Ulujami Belum Standar, Wakil Kepala BGN: Jangan Main-Main dengan Keamanan Pangan

Kamis, 23 April 2026 - 17:26 WIB

“Bau Tak Sedap” Wakaf Kandawati: DKM Ditinggal, Dugaan Dana Rp50 Juta Mengalir, Siapa Bermain?

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights