
Bogor, Mata Aktual News – Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Bersatu (KPKB) menyoroti dugaan mandeknya tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terkait proyek pembangunan Jalan Bojong Gede–Kemang (Bomang) di Kabupaten Bogor. Lembaga ini bahkan mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa apabila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak segera memberikan kejelasan.
Koordinator Nasional KPKB, Zefferi, menilai Pemkab Bogor terkesan mengabaikan rekomendasi BPK RI yang telah disampaikan sejak tahun anggaran sebelumnya.
“Dalam laporan BPK RI sudah jelas ada temuan indikasi penyimpangan dalam proyek Jalan Bomang. Namun sampai hari ini tidak ada tindak lanjut yang nyata, baik perbaikan maupun proses hukum,” tegas Zefferi kepada wartawan, Sabtu (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Zefferi mengungkapkan pihaknya telah mengantongi dokumen pendukung yang menunjukkan adanya potensi kerugian negara. Ia menuding terdapat sikap pembiaran dari instansi terkait sehingga permasalahan berlarut-larut.
“Kami beri waktu satu minggu. Jika Pemkab Bogor tidak membuka transparansi dan mengambil langkah tegas, KPKB akan turun ke jalan. Jangan sampai anggaran rakyat disalahgunakan tanpa ada akuntabilitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zefferi menegaskan KPKB tidak segan melaporkan persoalan ini ke aparat penegak hukum bila indikasi pelanggaran terbukti kuat. Menurutnya, KPKB mendukung pembangunan daerah, namun menolak segala bentuk penyimpangan anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait desakan KPKB. Publik kini menanti sikap pemerintah daerah dalam merespons sorotan atas pengelolaan anggaran dan akuntabilitas proyek infrastruktur strategis.







