Bogor, Mata Aktual News — Peringatan Hari Hutan Sedunia 2026 di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (8/4/2026), tak sekadar seremoni. Kegiatan ini menjelma menjadi panggung seruan keras penyelamatan hutan, melibatkan pemerintah, tokoh masyarakat, hingga pelajar dalam satu gerakan nyata.

Sejumlah pejabat pusat dan daerah tampak hadir, di antaranya Kemensos, Kementerian UMKM Dr. Sudaryano R.
Lamangkona. S.Sos M. SI . Kementerian Lingkungan Hidup diwakili oleh Surya Sapta Atmaja, Kapolsek Cijeruk serta Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat Gerakan Sadar (FKMGS) Haidin Deni Supriadi. Akrab disapa Daeng
Kehadiran mereka menegaskan bahwa isu lingkungan bukan lagi wacana, melainkan agenda mendesak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Cipelang, Kiki Sukiwan, membuka acara dengan pesan tegas: menjaga hutan bukan pilihan, tetapi keharusan. Ia mengajak warga untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam gerakan penghijauan.
Camat Cijeruk, Sobar Mansyur, turut menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan bertumpu pada kekuatan masyarakat. “Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi?” ujarnya.

Sorotan utama datang dari Haidin Deni Supriadi atau yang akrab disapa Daeng.
Sebagai penggagas kegiatan ini di Kabupaten Bogor, ia menegaskan bahwa Hari Hutan Sedunia harus menjadi titik balik kesadaran publik.
“Ini bukan acara seremonial. Ini alarm keras. Hutan kita terancam, dan kita tidak bisa diam,” tegasnya.
Nada serupa disampaikan Perwakilan Menteri Lingkungan Hidup, Surya Sapta Atmaja. Ia menekankan bahwa hutan adalah fondasi kehidupan yang kini menghadapi tekanan serius, mulai dari deforestasi hingga perubahan iklim.
“Hutan adalah jantung bumi. Kalau rusak, kita semua merasakan dampaknya. Tidak ada lagi ruang untuk menunda,” ujarnya.
Aksi nyata langsung ditunjukkan melalui penanaman pohon yang melibatkan pelajar SD hingga SMP dan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya simbolik, tetapi menjadi bentuk edukasi langsung tentang pentingnya menjaga ekosistem sejak dini.
Tak hanya itu, sesi edukasi lingkungan, praktik pengelolaan hutan berkelanjutan, Umkm , pemeriksaan kesehatan Gratis untuk masyarakat hingga diskusi soal pembangunan ramah lingkungan turut mengisi rangkaian acara. Pengelola hutan organik, Irawan, serta perwakilan Dinas Perhubungan, Deni, menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Peringatan Hari Hutan Sedunia di Cipelang ini menjadi pesan kuat: menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama. Dari desa, suara itu kini menggema menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji.
Reporter: Amor
Editor: Redaksi Mata Aktual News








