Istana Cabut ID Card Wartawan CNN, AWDI dan Pimred Mata Aktual News Angkat Suara

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News– Kasus pencabutan ID Card reporter CNN Indonesia di lingkungan Istana Kepresidenan bikin geger. Dewan Pers langsung turun tangan dan mengingatkan agar kebebasan pers jangan sampai diganggu.

“Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan mengenai pencabutan ID Card wartawan CNN Indonesia agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana,” tegas Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, Minggu (28/9/2025).

Ketua Umum Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Balham Waja SH MH, pun angkat bicara keras.
“Pers itu pilar demokrasi. Kalau akses kerja wartawan dicabut tanpa alasan jelas, itu sama saja membungkam suara rakyat. Istana jangan main-main dengan kebebasan pers,” ucap Balham.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nada serupa datang dari aktivis pers sekaligus Pemimpin Redaksi Mata Aktual News, Merry Witrayeni Mursal. Ia menyebut langkah pencabutan ID Card wartawan CNN ini sebagai sinyal bahaya.
“Ini alarm bagi kita semua. Jangan ada diskriminasi dan jangan ada upaya membungkam wartawan di negeri demokrasi. Kebebasan pers itu harga mati,” ujar Merry dengan nada tegas.

Kasus ini kini jadi sorotan publik. Asosiasi wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) menuntut agar Istana segera buka suara dan menjelaskan duduk perkara, sebelum isu ini makin membesar.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Keluarga Besar Mata Aktual News Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Try Sutrisno
Berita ini 414 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:25 WIB

VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka

Berita Terbaru

HUKUM

Dua Tahun Mandek, Keadilan Wartawan Terabaikan

Minggu, 12 Apr 2026 - 14:44 WIB

Verified by MonsterInsights