Menjelang HUT RI Bendera one Piece, Tuai Polemik Publik

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, ruang digital Indonesia diramaikan oleh tren unik namun kontroversial: pengibaran bendera bajak laut One Piece berdampingan, bahkan menggantikan, Bendera Merah Putih di sejumlah lokasi.

Fenomena ini menjadi viral di media sosial, memicu perdebatan publik. Di berbagai unggahan, terlihat bendera bergambar tengkorak bertopi jerami—lambang bajak laut Straw Hat dari serial One Piece—dikibarkan di rumah warga, kendaraan pribadi, hingga gang sempit di berbagai daerah.

Sebagian masyarakat menganggap hal ini sebagai bentuk ekspresi budaya pop dan kreativitas anak muda, namun tak sedikit pula yang menilai pengibaran simbol fiksi di momen kenegaraan sebagai bentuk pelanggaran terhadap kehormatan simbol negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal Pol (Purn.) Budi Gunawan, menegaskan bahwa tindakan mengganti atau menyandingkan bendera lain dengan Merah Putih, apalagi dalam konteks peringatan hari nasional, dapat berimplikasi hukum.

“Bendera Merah Putih adalah simbol negara yang harus dihormati. Menggantikan atau menyamakannya dengan bendera lain, termasuk bendera fiksi seperti bajak laut One Piece, bisa dikenai sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara,” tegas Menko Polkam dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (1/8/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan kreativitas dengan cara yang tidak melanggar norma dan perundang-undangan.

“Kami tidak melarang kreativitas, tetapi ada tempat dan cara yang tepat. Jangan sampai niat berekspresi justru melukai nilai-nilai nasionalisme,” tambahnya.

Fenomena ini sekaligus mencerminkan dinamika sosial dan kegelisahan generasi muda, yang kini banyak menyuarakan keresahannya melalui simbol-simbol populer. Namun, di tengah semangat memperingati HUT RI ke-80, pemerintah menekankan pentingnya menjaga marwah dan kesakralan simbol negara.

Reporter: Amor
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights