TANGERANG, Mata Aktual News – Polresta Tangerang menggelar Program Pelayanan SIM Komunitas di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (3/11/2026), dalam rangka Operasi Patuh Maung 2026. Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 300 santri dan dihadiri Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aries Syahbudin.

Mengusung tema “Dekat, Cepat, Tepat Bersama Masyarakat”, program ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Aries Syahbudin menekankan pentingnya kedisiplinan bagi para santri, baik dalam menempuh pendidikan maupun ketika beraktivitas di jalan raya. Menurut dia, sinergi antara Polri dan lembaga pendidikan keagamaan diperlukan untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat serta budaya berlalu lintas yang aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bukan pesantren yang membutuhkan Polri, tetapi Polri yang membutuhkan pesantren guna memberikan imbauan maupun edukasi,” ujar Aries.

Pengasuh Ponpes Daar El Qolam, KH Odhy Rosikhudin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Polri secara langsung di lingkungan pesantren memberikan manfaat bagi para santri, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai aturan dan keselamatan berlalu lintas.
“Kegiatan ini sangat berguna untuk mencegah pelanggaran berlalu lintas,” kata KH Odhy.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pemilihan Ponpes Daar El Qolam sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya transformasi pelayanan Polri yang lebih humanis, responsif, dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Dalam program tersebut, Polresta Tangerang menyediakan sejumlah layanan, mulai dari SIM Keliling, pelayanan administrasi, ujian teori hingga praktik pembuatan SIM baru. Pelayanan pembuatan SIM diprioritaskan bagi santri yang telah memenuhi persyaratan, termasuk memiliki KTP.
“Program SIM Komunitas ini adalah terobosan Polresta Tangerang untuk menjemput bola,” kata Indra Waspada.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas, tetapi juga mengedepankan edukasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Tangerang berharap para santri semakin memahami pentingnya kepemilikan SIM, kepatuhan terhadap peraturan, serta penerapan etika dan prinsip keselamatan dalam berkendara.
Program pelayanan langsung ke lingkungan pesantren ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Reporter: Dian Pramudja
Editor: Redaksi








