BOGOR, Mata Aktual News – Jangan tunggu konflik pecah baru bergerak! Pesan tegas itu mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang digelar Kodim 0621/Kabupaten Bogor di Aula Gedung Sudirman, Makodim 0621, Kecamatan Cibinong, Selasa (3/11/2026).

TNI mengajak seluruh elemen masyarakat turun tangan menjaga persatuan dan keamanan wilayah. Mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga insan pers diminta memperkuat komunikasi dan tidak membiarkan persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar.

Mengusung tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial”, kegiatan ini dihadiri perwakilan Anak Rantau Sumatera (ARS), Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila (PP), FKPPI, Karang Taruna serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai narasumber, Sintelad Letkol Armed Dony Romansah, S.Sos., M.Han., mengingatkan bahwa konflik sosial memiliki tanda-tanda awal. Perbedaan pandangan, benturan kepentingan, kesalahpahaman hingga persoalan ekonomi bisa menjadi pemicu apabila tidak segera diselesaikan.
“Konflik sosial tidak datang tiba-tiba. Ada gejala-gejala awal yang bisa kita deteksi. Karena itu, komunikasi yang terbuka, dialog yang konstruktif, serta semangat kebersamaan menjadi kunci utama,” tegasnya.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan pekerjaan aparat semata. Masyarakat harus ikut mengambil peran. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan ormas memiliki tanggung jawab besar menjadi penyejuk ketika muncul persoalan di lingkungan masing-masing.
Jangan sampai perbedaan berubah menjadi permusuhan. Jangan sampai kesalahpahaman berkembang menjadi benturan.
“Dengan komunikasi yang baik, persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik dapat diidentifikasi sejak dini, sehingga bisa dicegah sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” ujarnya.
Dony juga menyoroti bahaya informasi bohong dan konten provokatif di media sosial. Satu informasi yang tidak terverifikasi bisa memicu kesalahpahaman, memperkeruh suasana, bahkan merusak hubungan antarkelompok masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta tidak gampang terpancing. Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Utamakan dialog, musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan persoalan.
“Masyarakat harus mengedepankan musyawarah dan mufakat. Saling menghormati, menjaga toleransi, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Itu bagian penting menjaga persatuan,” tambahnya.
Melalui kegiatan Binkom tersebut, Kodim 0621/Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sinergi TNI, pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan sosial. Kewaspadaan dini harus dibangun, komunikasi jangan terputus, dan setiap persoalan perlu diselesaikan secara bijaksana.
Intinya, kondusivitas Kabupaten Bogor tidak bisa hanya mengandalkan seragam aparat. Ormas, pemuda, tokoh agama dan seluruh masyarakat harus ikut menjadi penjaga persatuan.
Jangan beri ruang bagi provokasi. Jangan biarkan perbedaan memecah persaudaraan. Persatuan masyarakat adalah benteng utama menjaga Kabupaten Bogor tetap aman dan damai.
Reporter: Sulaiman
Editor: Redaksi








