Aktivis Matahari dan KPKB Soroti Pemeliharaan Jalan Kabupaten Lebak: Paving Block Dinilai Tidak Ramah Lingkungan, Anggaran Dipertanyakan

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Aktual News, Lebak – Dua organisasi sipil, Forum Komunikasi Aktivis Lingkungan Matahari Zefferi (Fokal-Matahari) dan Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB), melayangkan kritik tajam terhadap proyek pemeliharaan jalan kabupaten yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Lebak. Proyek yang menggunakan paving block itu dinilai bermasalah, baik dari sisi lingkungan maupun dugaan ketidakwajaran dalam anggaran.

Koordinator Fokal-Matahari, Zefferi Armanda, menyatakan bahwa penggunaan paving block di jalan kabupaten sangat tidak sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut material tersebut hanya cocok untuk jalan pemukiman, bukan jalan utama yang dilalui kendaraan berat.

“Paving block mempercepat kerusakan jalan karena tidak tahan beban besar. Selain itu, material ini menghambat resapan air, meningkatkan suhu permukaan, dan merusak ekosistem mikro di bawah tanah. Dampaknya bisa memperparah banjir dan kekeringan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokal-Matahari mendesak PUPR Kabupaten Lebak untuk melakukan kajian lingkungan yang transparan dan melibatkan ahli serta masyarakat sipil sebelum mengambil keputusan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Ketua Umum KPKB, Dede Mulyana, menyoroti aspek anggaran proyek pemeliharaan jalan tersebut. Ia menyebut ada indikasi pemborosan dana serta potensi ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis dan realisasi di lapangan.

“Kami menemukan kejanggalan dalam nilai anggaran proyek pemeliharaan jalan kabupaten. Jika dilihat dari jenis material yang digunakan, yaitu paving block, biayanya tidak seharusnya sebesar itu. Patut diduga ada markup atau penyimpangan dalam proses pengadaan,” tegas Dede.

KPKB berencana melaporkan hasil investigasi awal mereka ke pihak aparat penegak hukum, termasuk Inspektorat Daerah dan Kejaksaan Negeri Lebak, untuk dilakukan audit menyeluruh.

Kedua organisasi ini menuntut transparansi penuh dari Dinas PUPR dan mendesak DPRD Kabupaten Lebak segera menggelar rapat dengar pendapat untuk membahas masalah tersebut.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi harus akuntabel, ramah lingkungan, dan bebas dari praktik korupsi,” kata Zefferi dan Dede dalam pernyataan bersama.

Fokal-Matahari dan KPKB juga mengajak masyarakat untuk ikut serta memantau jalannya pembangunan di daerah, agar tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan publik dan merusak lingkungan.

Tim Red

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Masa Sidang II, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Serap Aspirasi Warga Teluknaga
Bupati Tangerang Resmi Tutup ASSKAT League Season 3, Dorong Pembinaan Atlet Muda
Reses Sidang Kedua Digelar di Desa Gaga, DPRD Banten Serap Aspirasi Warga
Intan Ketok Palu: Perempuan Wajib Turun Gunung
Santunan Yatim JMSI, Bupati Tangerang: Pers Hadir untuk Masyarakat
Arahan Presiden Ditindaklanjuti, Bogor Gelar Gotong Royong Massal
Dari Otak-Otak ke Pasar Digital, Kampus dan Desa Sangiang Dorong UMKM Naik Kelas
Musrenbang RW/RT 2027 Neglasari Fokus Serap Aspirasi Warga
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:24 WIB

Reses Masa Sidang II, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Serap Aspirasi Warga Teluknaga

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:16 WIB

Bupati Tangerang Resmi Tutup ASSKAT League Season 3, Dorong Pembinaan Atlet Muda

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:56 WIB

Reses Sidang Kedua Digelar di Desa Gaga, DPRD Banten Serap Aspirasi Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:08 WIB

Intan Ketok Palu: Perempuan Wajib Turun Gunung

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:13 WIB

Santunan Yatim JMSI, Bupati Tangerang: Pers Hadir untuk Masyarakat

Berita Terbaru

P0LRI

Kapolri Bakal Terima Bintang Mahaputera dari Prabowo

Sabtu, 14 Feb 2026 - 03:39 WIB

Verified by MonsterInsights