Tangerang, Mata Aktual News — Setelah lama bikin geram, tempat pengelolaan sampah swasta di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, akhirnya tamat riwayatnya. Kamis (9/4/2026), lokasi yang dituding jadi biang bau dan serbuan lalat itu resmi ditutup permanen oleh petugas.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang bersama Satpol PP dan Trantib turun langsung ke lokasi. Aktivitas pengolahan sampah basah yang selama ini meresahkan warga langsung dihentikan tanpa kompromi.
Penutupan ini jadi jawaban atas keluhan warga yang selama ini merasa “dibiarkan” hidup berdampingan dengan bau menyengat dan lingkungan tak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah lama kami komplain, sekarang baru benar-benar ditindak,” ujar seorang warga dengan nada lega.
Perwakilan DLHK, Ahmad Mafud, menyebut pihaknya langsung bergerak setelah instruksi pimpinan turun, meski mengakui ada keterlambatan aliran informasi dari tingkat bawah.
“Perintah kami terima tadi malam, pagi ini langsung kami eksekusi di lapangan,” tegasnya.
DLHK juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk melapor. Aduan lingkungan, kata dia, dilayani 24 jam tanpa harus menunggu viral di medsos.
Kepala Desa Kramat, Nur Alam, tak menampik pihaknya sudah mencoba jalan damai. Namun, pengelola disebut tak menggubris kesepakatan yang sudah dibuat.
“Mediasi sudah, tapi tidak dipatuhi. Jadi penutupan ini memang sudah tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya.
Meski aktivitas sudah dihentikan, persoalan belum sepenuhnya beres. Tumpukan residu sampah masih tersisa dan akan segera ditangani bersama pihak kecamatan.

Penutupan ini jadi peringatan keras: bisnis sampah tak bisa jalan semaunya. Kalau merugikan warga, ujungnya cuma satu disikat habis.
Reporter: M. Insani Bayhaqi
Editor: Redaktur








