Jakarta, Mata Aktual News– Tekanan terhadap layanan kesehatan di RSUD Tebet kian mengkhawatirkan. Lonjakan pasien yang terus terjadi setiap hari membuat fasilitas rumah sakit ini dinilai sudah berada di ambang batas kapasitas.
Situasi ini memaksa Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar, turun langsung ke lapangan pada Selasa (17/3/2026) untuk melihat kondisi riil pelayanan.
Data di lapangan menunjukkan, jumlah pasien rawat jalan mencapai 400 hingga 500 orang per hari. Angka tersebut belum termasuk pasien rawat inap, yang semakin memperparah kepadatan layanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan kondisi lahan yang terbatas, ini sangat mendesak. Kesehatan adalah kebutuhan pokok masyarakat yang harus diprioritaskan,” tegas Anwar.
Ia mengakui, kondisi RSUD Tebet saat ini sudah tidak lagi sebanding dengan beban pelayanan yang terus meningkat. Pemerintah Kota Jakarta Selatan pun berjanji akan mendorong langkah konkret berupa perluasan dan pengembangan fasilitas.
“Kami akan tindak lanjuti ke pimpinan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala RSUD Tebet, Juliet Pieter, secara terbuka menyuarakan keterbatasan yang dihadapi. Ia berharap adanya keputusan cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan renovasi besar.
“Kami berharap ada solusi nyata, karena kondisi lahan saat ini memang sudah sangat terbatas,” ucapnya.
Sorotan keras datang dari Aktivis Publik sekaligus Pimpinan Redaksi Mata Aktual News, Merry Witrayeni Mursal. Ia menilai, kondisi ini adalah “lampu merah” bagi pemerintah.

“Kalau rumah sakit sudah kewalahan, yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia. Ini tidak boleh dianggap biasa. Pemerintah harus bergerak cepat, bukan reaktif setelah krisis terjadi,” tegas Merry. Rabu, (25/3/2026) .
Ia juga mengingatkan, lambannya penanganan persoalan fasilitas kesehatan bisa berdampak langsung pada menurunnya kualitas layanan hingga risiko keselamatan pasien.
Lonjakan pasien di RSUD Tebet kini menjadi alarm keras: tanpa langkah cepat dan tegas, pelayanan kesehatan publik berpotensi kolaps dan rakyatlah yang akan paling merasakan dampaknya.
(Amor)








