DPRD Tebingtinggi Interpelasi Wali Kota, Pasar Gambir Memakan Korban Jiwa

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tebingtinggi, Mata Aktual News– DPRD Kota Tebingtinggi akhirnya angkat suara keras. Lembaga wakil rakyat itu resmi memproses hak interpelasi terhadap Wali Kota Tebingtinggi buntut kisruh penataan kios Pasar Gambir yang berujung tewasnya seorang pedagang.

Interpelasi diajukan Fraksi Gerindra, Golkar, dan Demokrat. Ketua DPRD Tebingtinggi, Mhd Khadafi NST, menegaskan langkah ini sah dan konstitusional.

“Ini bukan soal politik, tapi tanggung jawab pemerintah. Hak interpelasi sudah memenuhi syarat dan wajib diproses,” kata Khadafi dalam rapat DPRD, Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisruh Pasar Gambir memuncak setelah seorang pedagang meninggal dunia saat kegiatan sosialisasi dan verifikasi kios oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Insiden itu memicu kemarahan pedagang dan tekanan publik terhadap Pemko Tebingtinggi.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), DPRD menemukan banyak kejanggalan. Mulai dari proses relokasi yang dinilai dipaksakan, pembagian kios yang tidak transparan, hingga kenaikan retribusi yang diduga tidak memiliki dasar hukum kuat.

DPRD pun mengeluarkan rekomendasi tegas. Seluruh proses penataan kios diminta dihentikan sementara sampai ada evaluasi menyeluruh. Kenaikan retribusi kios diminta dicabut karena berpotensi melanggar Peraturan Daerah.

Tak berhenti di situ. DPRD juga mendesak verifikasi ulang pembagian kios agar tidak memicu konflik antar pedagang dan menghindari praktik titip-menitip kepentingan.

Soal korban jiwa, DPRD menegaskan Pemko tidak boleh cuci tangan. Pemerintah diminta memberi santunan dan bantuan sosial kepada keluarga pedagang yang meninggal dunia.

Sasaran kritik berikutnya adalah Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM. DPRD meminta evaluasi total, bahkan membuka peluang pencopotan jabatan bila terbukti terjadi kelalaian atau pelanggaran prosedur.

Yang paling serius, DPRD mengungkap adanya laporan intimidasi dan tekanan terhadap pedagang dalam proses penataan kios. Praktik semacam ini dinilai mencederai prinsip keadilan dan menunjukkan wajah buruk tata kelola pasar rakyat.

Interpelasi ini menjadi tamparan keras bagi Pemko Tebingtinggi. DPRD menegaskan, kebijakan publik tidak boleh dijalankan secara sewenang-wenang, apalagi jika berujung korban jiwa.

Kini bola panas ada di tangan Wali Kota. DPRD memastikan akan membuka semuanya di forum resmi.

Reporter: AMan
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?
Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif
PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks
Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja
Pramono-Mamdani Adu Jurus Atasi Problem Kota: Macet, Banjir Sampai Jakarta Bond
JT 51 Bujana Tirta Misterius, Lurah Pisangan Timur: Kami Tak Tahu dan Tak Pernah Rekomendasikan
Taman Kok Jadi Bisnis BUMD? KPKB Sentil Distamhut: Dasar Hukumnya Mana?
Konfirmasi Harus Bersurat, Aktivis Pertanyakan Keterbukaan Informasi Distamhut DKI
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:46 WIB

PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks

Jumat, 25 September 2026 - 13:59 WIB

Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja

Senin, 21 September 2026 - 17:29 WIB

Pramono-Mamdani Adu Jurus Atasi Problem Kota: Macet, Banjir Sampai Jakarta Bond

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights