Banjir Tak Kunjung Tuntas, Warga RW 11 Banjar Wijaya Gelar Pertemuan dengan Kelurahan dan Pengembang

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Mata Aktual News — Persoalan banjir yang terus berulang di kawasan Banjar Wijaya kembali memicu keresahan warga. Merasa penanganan belum menyentuh akar masalah, warga RW 11 menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kelurahan Poris Plawad Indah untuk menagih peran nyata kelurahan dan pengembang dalam menyelesaikan banjir yang kian parah.

Meningkatnya debit banjir yang kerap melanda kawasan Banjar Wijaya mendorong warga RW 11 menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kelurahan Poris Plawad Indah guna mencari solusi bersama. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (16/12/2025).

Pertemuan yang diprakarsai pihak kelurahan ini dihadiri perwakilan warga RW 11, RW 01, RW 02, perwakilan pengembang kawasan, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Lurah Poris Plawad Indah. Diskusi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dengan fokus pada penanganan banjir yang dinilai semakin parah dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua RW 11 Banjar Wijaya, Adrian Dani, SH, menyampaikan sejumlah keluhan warga. Ia mengungkapkan bahwa setiap hujan dengan intensitas tinggi, wilayah RW 11 kerap langsung tergenang air. Setelah banjir surut, genangan tersebut meninggalkan lumpur berwarna hitam yang dikhawatirkan dapat memicu timbulnya wabah penyakit.

“Selain itu, air banjir juga membawa sampah rumah tangga seperti plastik dan limbah lainnya. Kondisi ini sangat meresahkan warga,” ujar Adrian dalam pertemuan tersebut.

Ia berharap pihak kelurahan dapat membantu mencarikan solusi konkret, salah satunya dengan mengkaji kemungkinan pembagian aliran air dari wilayah atas agar tidak seluruhnya mengarah ke kawasan Banjar Wijaya. Adrian mengusulkan agar sebagian aliran dialihkan ke arah Jalan Hasyim Ashari guna mengurangi beban debit air di lingkungan warga.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan RW 01 dan RW 02 menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi. Dalam penyampaiannya, mereka berkomitmen memasang jaring penyaring pada saluran air di wilayah perbatasan guna meminimalisir sampah yang terbawa aliran air ke kawasan Banjar Wijaya.

Sementara itu, Hari selaku perwakilan pengelola kawasan menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, antara lain penyediaan pompa air serta pembersihan saluran drainase secara berkala. Meski demikian, pihak pengelola menyatakan terbuka untuk terus berkoordinasi demi menemukan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Lurah Poris Plawad Indah, Bukhari, S.IP, selaku inisiator pertemuan, menegaskan bahwa seluruh aspirasi dan keluhan warga akan segera ditindaklanjuti. Ia memastikan hasil pertemuan tersebut akan diteruskan kepada instansi terkait.

“Pertemuan ini sangat penting bagi kami untuk menerima pengaduan langsung dari warga. Seluruh masukan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti, dan besok akan segera kami sampaikan kepada pihak terkait,” ujar Bukhari.

Sebagai langkah awal solusi, Bukhari menambahkan bahwa pihak kelurahan akan mendorong pembuatan sejumlah titik sumur resapan di wilayah rawan genangan. Menurutnya, sumur resapan menjadi salah satu upaya strategis untuk mengurangi limpasan air hujan yang selama ini langsung mengalir ke kawasan permukiman warga.

“Ke depan akan kami usulkan dan koordinasikan pembuatan beberapa titik sumur resapan, terutama di lokasi-lokasi yang selama ini menjadi titik kumpul air. Ini bagian dari upaya jangka menengah agar debit air bisa tertahan dan tidak langsung menyebabkan banjir,” jelasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penanganan banjir secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi warga Banjar Wijaya dan sekitarnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua RT 03 Rahmat dan Ketua RT 01 Iin yang menyampaikan pendapat senada terkait urgensi penanganan banjir.

Jurnalis: Aris Bintang
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pramono Anung Lantik 11 Pejabat, Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Talenta di Pemprov DKI
Kejati DKI Geledah Gedung Kementerian PU, Menteri Dody Hanggodo: Pendalaman Kasus
Dikomplain Warga, Tempat Sampah ‘Biang Bau’ di Kramat Akhirnya Ditutup Permanen!
Viral Foto AI di Kalisari, Jangan Sampai Rakyat Dikelabui Laporan “Palsu”
Penguatan HAM Aparatur Negara Bukan Pilihan, Tapi Perintah Konstitusi
Sampah Ilegal Dibiarkan? Warga Kramat Ngamuk, Sorot Lemahnya Penertiban Desa dan Kecamatan
Sampah Menumpuk di TPS Rawadas, Imbas Pembatasan di Bantar Gebang Ganggu Aktivitas Warga
Istana Tegaskan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
Berita ini 193 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:42 WIB

Pramono Anung Lantik 11 Pejabat, Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Talenta di Pemprov DKI

Jumat, 10 April 2026 - 00:34 WIB

Kejati DKI Geledah Gedung Kementerian PU, Menteri Dody Hanggodo: Pendalaman Kasus

Jumat, 10 April 2026 - 00:21 WIB

Dikomplain Warga, Tempat Sampah ‘Biang Bau’ di Kramat Akhirnya Ditutup Permanen!

Selasa, 7 April 2026 - 20:46 WIB

Viral Foto AI di Kalisari, Jangan Sampai Rakyat Dikelabui Laporan “Palsu”

Selasa, 7 April 2026 - 12:37 WIB

Penguatan HAM Aparatur Negara Bukan Pilihan, Tapi Perintah Konstitusi

Berita Terbaru

Uncategorized

Andalas Fest 2026, Ajang Edukatif Anak Usia Dini di Halim

Senin, 13 Apr 2026 - 16:33 WIB

Verified by MonsterInsights