Rekan Indonesia: Negara Harus Buktikan Komitmen HAM Lewat Layanan Kesehatan Dasar

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MataAktualNews— Peringatan keras disampaikan Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho. Ia menegaskan bahwa bicara hak asasi manusia (HAM) tidak bisa hanya berkutat pada regulasi dan seremoni politik. Menurutnya, ukuran paling nyata dari komitmen negara terhadap HAM ada pada seberapa mudah rakyat mendapatkan layanan kesehatan dasar.

“Hak atas kesehatan belum dinikmati setara oleh seluruh warga. Itu fakta yang tidak boleh disembunyikan,” ujar Agung di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Pernyataannya bukan tanpa alasan. Indonesia masih berada di daftar negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, berdasarkan laporan Kemenkes dan WHO. Di sisi lain, BPS mencatat kesenjangan layanan kesehatan ibu dan anak masih menganga, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekan Indonesia menemukan banyak warga yang terpaksa berobat ketika penyakit sudah parah akibat minimnya fasilitas, tenaga kesehatan terbatas, hingga biaya yang tidak terjangkau. Jarak layanan yang jauh juga menjadi penghambat utama.

“Ketika rakyat baru bisa berobat setelah kondisi memburuk, itu bukan sekadar masalah teknis. Itu pelanggaran HAM,” tegas Agung.

Komnas HAM mencatat 2.305 laporan dugaan pelanggaran HAM sepanjang 2024, sebagian besar terkait layanan publik termasuk kesehatan. Dalam lima bulan pertama 2025, sudah ada tambahan 1.100 laporan. Situasi ini menunjukkan persoalan HAM dalam layanan publik terus berulang dan belum mendapatkan penanganan serius.

Agung mendesak KemenHAM agar tidak hanya menjadi institusi administratif setelah berdiri sebagai kementerian tersendiri pada 2024. Menurutnya, kementerian tersebut harus aktif memastikan hak kesehatan warga terpenuhi melalui pengawasan lintas kementerian.

“Negara wajib hadir dengan layanan primer yang kuat, tenaga kesehatan memadai, dan pembiayaan publik yang benar-benar efektif. Kalau itu tidak ada, jangan bicara HAM,” sindirnya.

Ia menekankan bahwa indikator layanan kesehatan harus masuk dalam Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM) Generasi VI. Menurutnya, memperbaiki puskesmas dan posyandu justru lebih berdampak ketimbang membuat deklarasi besar-besaran.

HAM Bukan Slogan — Rakyat Butuh Bukti

Agung menegaskan bahwa rakyat kecil ingin bukti, bukan janji.

“HAM itu diuji di puskesmas, bukan di podium. Ketika rakyat bisa berobat mudah, cepat, tanpa diskriminasi di situlah negara benar-benar hadir,” katanya.

Dengan meningkatnya beban penyakit dan ketimpangan layanan kesehatan, Rekan Indonesia mendesak pemerintah mengambil langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Rakyat menunggu aksi, bukan retorika.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Akmal Aoulia

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir
Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik
Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah
Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Gudang 2 Lantai di Kosambi Diduga Tak Sesuai PBG, Lurah dan Satpol PP Saling Lempar Kewenangan
Berita ini 741 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:44 WIB

BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights