Ustaz Hilal: Cinta Nabi Bukan Sekadar Ucapan, Tapi Harus Dibuktikan Lewat Akhlak Sejak Dini

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi, Jakarta Timur, menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para siswa sejak usia dini.

Kegiatan yang digelar di lapangan sekolah, Jumat pagi (4/9/2026), tersebut mengusung tema “Dengan Semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Tumbuhkan Akhlak Mulia dan Ukhuwah Islamiyah.”

Seluruh siswa, guru dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan dengan suasana khidmat sekaligus penuh keceriaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tausiyahnya, Ustaz Ahmad Furqon Nurhilal, S.Pd.I., mengajak para siswa tidak berhenti mengungkapkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui ucapan dan perayaan Maulid. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.

“Cinta Nabi bukan sekadar ucapan, tetapi harus dibuktikan melalui akhlak. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati guru, menyayangi teman dan rajin belajar,” ujar Ustaz Hilal.

Ia menjelaskan, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, anak-anak perlu dikenalkan dengan sifat-sifat mulia Nabi sejak dini agar nilai tersebut dapat tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter.

Dengan pendekatan cerita atau storytelling, Ustaz Hilal menyampaikan sejumlah kisah keteladanan Rasulullah SAW. Mulai dari sifat amanah, kesabaran, kejujuran hingga kasih sayang Rasulullah terhadap anak-anak.

Pendekatan tersebut membuat suasana tausiah lebih dekat dengan dunia siswa. Para peserta tampak antusias mengikuti kisah yang disampaikan, sekaligus mendapatkan pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan di sekolah maupun di rumah.

Peringatan Maulid Nabi di SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi juga menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pendidikan karakter.

Keteladanan tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga dibangun melalui lingkungan sekolah. Para guru mengenakan gamis hitam dan kerudung maroon, sedangkan para siswa mengenakan pakaian muslim Jumat.

Suasana tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter dan nilai keagamaan.

Pihak sekolah berpandangan bahwa pendidikan akhlak akan lebih efektif ketika siswa melihat contoh nyata dari orang-orang di sekitarnya. Sikap disiplin, sopan santun, saling menghormati dan kepedulian perlu dipraktikkan bersama, bukan sekadar diajarkan.

Kepala SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi sarana memperkuat karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

“Kami ingin siswa memahami bahwa menjadi murid yang baik, teman yang setia dan anak yang berbakti adalah bagian dari pengamalan cinta kepada Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Ada tiga pesan utama yang ditekankan melalui kegiatan tersebut, yakni meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat iman dan takwa, serta membangun ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan sholawat dan doa bersama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang kecerdasan akademik. Lebih dari itu, pendidikan juga memiliki tanggung jawab membentuk pribadi yang jujur, santun, bertanggung jawab, penyayang dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Sebab, menanamkan akhlak sejak bangku sekolah dasar berarti mempersiapkan generasi masa depan yang tidak hanya pintar dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Revitalisasi Rp1,8 Miliar Disorot, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Kadungora Sempat Mengaku Guru Biasa
Dari Bimbel ke Gerbang Perwira! Putafri Rokan Resmi Jadi Taruna AKPOL 2026
Program Bang Pendi PIK 2 Hadirkan Kejar Paket B dan C Gratis bagi Warga Teluknaga dan Kosambi
Dua Dunia, Satu Perjuangan: Menjadi Sarjana Hukum Tanpa Meninggalkan Panggilan Jiwa
IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital
Transparansi Pengelolaan Dana Revitalisasi SLB Puspa Mentari Garut Jadi Sorotan, Pihak Sekolah dan Ketua RW Beri Penjelasan
Pagu Anggaran Tak Dicantumkan di Papan Proyek SMK Asy-Syuhada, Dugaan Ketidaktransparanan Disorot
BUKAN SEKADAR PRAMUKA! Najma Hayati Bawa Nama Agam ke Jambore Nasional XII
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Dana Revitalisasi Rp1,8 Miliar Disorot, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Kadungora Sempat Mengaku Guru Biasa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Dari Bimbel ke Gerbang Perwira! Putafri Rokan Resmi Jadi Taruna AKPOL 2026

Kamis, 10 September 2026 - 01:38 WIB

Program Bang Pendi PIK 2 Hadirkan Kejar Paket B dan C Gratis bagi Warga Teluknaga dan Kosambi

Selasa, 8 September 2026 - 13:55 WIB

Dua Dunia, Satu Perjuangan: Menjadi Sarjana Hukum Tanpa Meninggalkan Panggilan Jiwa

Jumat, 4 September 2026 - 14:50 WIB

Ustaz Hilal: Cinta Nabi Bukan Sekadar Ucapan, Tapi Harus Dibuktikan Lewat Akhlak Sejak Dini

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights