Tolak Audiensi dengan Wakil Kepala BGN, JMI: Copot SS dan DH, Usut Dugaan Laptop Rp24 Juta!

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News — Aksi unjuk rasa Jaringan Muda Indonesia (JMI) di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kamis (21/5/2026), berlangsung panas. Sekitar 250 massa dari Jabodetabek dan Banten turun ke jalan mendesak pengusutan dugaan penyimpangan pengadaan laptop KSPPG tahun 2025 yang nilainya disebut mencapai Rp24 juta per unit.

Situasi memanas saat massa aksi menolak audiensi dengan Wakil Kepala BGN berinisial SS. Bagi JMI, SS bukan pihak yang layak menerima aspirasi karena justru disebut sebagai sosok yang harus diperiksa dan dicopot dari jabatannya.

“Kami tidak mau audiensi dengan SS. Yang bersangkutan justru pihak yang kami desak untuk diperiksa bersama DH selaku Kepala BGN. Kami hanya mau bertemu Inspektorat agar pengawasan berjalan objektif,” tegas Ketua Bidang Hukum dan Advokasi JMI, Fatur, di tengah aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JMI mengaku telah melakukan investigasi langsung ke sejumlah dapur KSPPG. Hasilnya, banyak laptop hasil pengadaan tahun 2025 disebut tak dipakai karena diduga tidak sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

“Laptop harga Rp24 juta tapi diduga spesifikasinya tidak layak. Ini sangat ironis. Bahkan banyak yang akhirnya cuma jadi pajangan dan tidak digunakan,” ujar Fatur.

Tak hanya menyoroti kualitas barang, JMI juga mencium adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proyek pengadaan tersebut. Mereka mendesak Inspektorat Utama BGN turun langsung melakukan audit investigatif.

“Kami minta Inspektorat cek langsung barangnya, telusuri spesifikasinya, dan bongkar proses pengadaannya. Uang negara jangan sampai jadi bancakan,” katanya.

Dalam aksinya, massa juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan segera turun tangan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk SS dan DH.

“Kalau benar ada praktik yang merugikan negara, jangan ada yang dilindungi. Siapa pun yang terlibat harus diproses hukum,” tandas Fatur.

JMI memastikan aksi pengawalan kasus ini tidak akan berhenti sampai ada langkah nyata dari aparat penegak hukum maupun Inspektorat BGN terkait dugaan pengadaan laptop bermasalah tersebut.

Reporter: Syahrudin
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Situasi Jakarta Aman, Menkopolkam, Kapolda, dan Pangdam Jaya Olahraga Bersama di GBK
HUT ke-7, Media Lensa Polri Tak Cuma Bicara Berita, Tapi Berbagi untuk Anak Yatim
Perkuat Layanan Publik, Yayasan Karisma Dorong DKI Terapkan Social Contracting
Terkait 27 Agustus 2026, Ketua DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakpus Beri Pernyataan Dukungan
Lurah CBS dan Ketua TP PKK Pantau Posyandu ILP Cucakrowo 1, Layani Balita hingga Lansia
Tebet Eco Park Tetap Jadi Favorit, Masuk Gratis dan Jadi Pilihan Warga Jakarta hingga Depok
Semarak Kemerdekaan RW 07 CBS, Warga Kompak Rayakan HUT RI dan Didorong Peduli Lingkungan
Ulama, Umara, dan Masyarakat Jatinegara Bersatu dalam Bingkai “5 Abad Jakarta”
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Situasi Jakarta Aman, Menkopolkam, Kapolda, dan Pangdam Jaya Olahraga Bersama di GBK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:53 WIB

HUT ke-7, Media Lensa Polri Tak Cuma Bicara Berita, Tapi Berbagi untuk Anak Yatim

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Perkuat Layanan Publik, Yayasan Karisma Dorong DKI Terapkan Social Contracting

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Terkait 27 Agustus 2026, Ketua DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakpus Beri Pernyataan Dukungan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Lurah CBS dan Ketua TP PKK Pantau Posyandu ILP Cucakrowo 1, Layani Balita hingga Lansia

Berita Terbaru

Pendidikan

IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:56 WIB

Verified by MonsterInsights