
JAKARTA, Mata Aktual News – Semangat kebebasan pers kembali digaungkan. Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia bersama World Peace Organization (WPO) akan menggelar peringatan Hari Pers Sedunia (World Press Freedom Day) pada 2–3 Mei 2026 di Wisma Arga Muncar, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Hari Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei merupakan momentum global yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sejak 1993. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebebasan pers, sekaligus mengingatkan negara untuk menjamin hak kebebasan berekspresi.
Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang akrab disapa Opan, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas kondisi kebebasan pers di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari Pers Sedunia menjadi momen penting untuk mengevaluasi kebebasan pers, membela independensi media dari berbagai tekanan, serta memberikan penghormatan kepada jurnalis yang mengalami intimidasi hingga kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas,” ujar Opan dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan tanggal 3 Mei memiliki nilai historis kuat, merujuk pada Deklarasi Windhoek tahun 1991 di Namibia yang menjadi tonggak prinsip kebebasan pers dunia.
Dalam pelaksanaannya, FWJ Indonesia menargetkan kehadiran sekitar 150 hingga 300 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga koordinator wilayah kabupaten/kota.
“Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan komitmen insan pers dalam menjaga profesionalisme dan independensi jurnalistik,” tambahnya.
Selain itu, Opan juga menyinggung peran UNESCO yang secara rutin menggelar konferensi global setiap peringatan Hari Pers Sedunia guna membahas isu-isu strategis, termasuk etika profesi dan tantangan jurnalisme di era digital.
Lebih lanjut, ia menegaskan adanya perbedaan mendasar antara Hari Pers Sedunia (HPS) dan Hari Pers Nasional (HPN) di Indonesia.
“Hari Pers Sedunia diperingati secara internasional setiap 3 Mei sebagai simbol kebebasan pers global.
Sedangkan Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari, bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang bersifat nasional,” jelasnya.
Dengan digelarnya peringatan ini, FWJ Indonesia berharap semangat kebebasan pers semakin menguat, sekaligus mendorong insan pers untuk terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
Reporter: Amor
Editor: Redaksi







