Tokoh Budayawan Dadang Raden Kecam Pesta LGBT di Puncak: “Ini Ancaman bagi Moral dan Budaya Lokal”

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mata Aktual News– Tokoh budayawan Sunda, Dadang Raden, mengecam keras kegiatan pesta seks sesama jenis (LGBT) yang diduga berlangsung pada Sabtu malam, 21 Juni 2025, di wilayah Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut dilaporkan berlangsung secara tertutup di sebuah vila mewah di kawasan Puncak dan sempat menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat setempat. Informasi dari warga menyebutkan bahwa acara itu menghadirkan puluhan orang yang diduga bagian dari komunitas LGBT dan melibatkan aktivitas berbau pornografi.

Dadang Raden, yang dikenal sebagai pelestari budaya Sunda dan tokoh adat di wilayah Bogor Raya, dengan tegas menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai moral, agama, dan kearifan lokal yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Tatar Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras aktivitas tidak senonoh seperti itu. Ini bukan hanya merusak citra daerah wisata Puncak, tapi juga menghina nilai budaya kami sebagai masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi etika, sopan santun, dan adat istiadat,” ujar Dadang Raden saat ditemui di kediamannya, Rabu (25/6/2025).

Ia pun meminta aparat dan pemerintah daerah untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dan melakukan pengawasan ketat terhadap penyewaan vila dan penginapan di kawasan wisata.

“Kami tidak ingin Puncak menjadi tempat bebas untuk perilaku menyimpang. Pemerintah harus hadir dan menertibkan ini demi menjaga marwah budaya dan kenyamanan warga,” imbuhnya.

Warga sekitar dilaporkan mulai resah dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Beberapa tokoh agama setempat juga mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan aparat kepolisian untuk turun tangan menyikapi fenomena yang mereka nilai telah meresahkan dan mengarah pada dekadensi moral.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polres Bogor belum mengeluarkan pernyataan resmi berupa “Konferensi Pers” terkait dugaan pesta LGBT di Desa Megamendung. Namun informasi dari lapangan menyebutkan bahwa pengawasan terhadap vila-vila di kawasan Puncak kini diperketat, menyusul laporan dari Sejumlah Masyarkat.

Reporter: Jeffry
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Grand Final Festival Tabuh Bedug ke-35 Kecamatan Teluknaga, Dihadiri Gubernur Banten
Pemuda Dusun III Alai Perkuat Keamanan Lingkungan dan Pelestarian Budaya untuk Kemajuan Nagari
Hadiri Milad FWJI Kota Tangerang, Kaperwil Mata Aktual News: Wartawan Jangan Takut Kritis
FGM Agam Dikukuhkan, Perkuat Profesionalisme Guru Muhammadiyah
Retret Pemuda Sumbar Perkuat Karakter dan Wawasan Kebangsaan
Retret Pemuda Sumbar Perkuat Karakter dan Wawasan Kebangsaan
PAUD Al Azdka Rayakan Hari Kartini dengan Edukasi Sejarah untuk Anak Usia Dini
Raker DKKT Menggelegar! Targetkan Tangerang Jadi Pusat Prestasi Seni Budaya
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:55 WIB

Grand Final Festival Tabuh Bedug ke-35 Kecamatan Teluknaga, Dihadiri Gubernur Banten

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:44 WIB

Pemuda Dusun III Alai Perkuat Keamanan Lingkungan dan Pelestarian Budaya untuk Kemajuan Nagari

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:12 WIB

Hadiri Milad FWJI Kota Tangerang, Kaperwil Mata Aktual News: Wartawan Jangan Takut Kritis

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:30 WIB

FGM Agam Dikukuhkan, Perkuat Profesionalisme Guru Muhammadiyah

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:24 WIB

Retret Pemuda Sumbar Perkuat Karakter dan Wawasan Kebangsaan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights