Sekolah Jadi Lumbung Iuran PMI, Jari Pena Desak Audit Dugaan Bancakan

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Aktual News – Jaringan Relawan Indonesia untuk Pendidikan Nasional (Jari Pena) mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghentikan praktik pemungutan sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) di sekolah-sekolah.

Ketua Umum Jari Pena, Zasqia, menilai mekanisme yang selama ini berjalan tidak hanya membebani siswa dan orang tua, tetapi juga menimbulkan persoalan transparansi.

“Sekolah seharusnya menjadi ruang pendidikan, bukan tempat memungut iuran. Apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang berat, kebijakan ini justru menambah tekanan bagi keluarga kurang mampu,” ujar Zasqia dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, meski sumbangan Bulan Dana PMI bersifat sukarela, praktik di lapangan kerap dipatok dengan jumlah tertentu. Bahkan, Jari Pena mengungkap adanya dugaan bancakan dalam distribusi dana hasil kutipan.

“Informasi yang kami terima, ada fee yang disinyalir mengalir ke dinas maupun sudin pendidikan. Angkanya disebut-sebut bisa menembus Rp300 juta lebih di setiap sudin. Jika benar terjadi, ini penyimpangan serius yang merugikan siswa dan dunia pendidikan,” tegasnya.

Untuk itu, Jari Pena tidak hanya mendesak Gubernur DKI Jakarta mengambil langkah tegas, tetapi juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana Bulan Dana PMI.

“Audit ini penting agar publik mengetahui apakah dana yang dihimpun benar-benar dikelola sesuai mandat kemanusiaan, atau justru diselewengkan dalam praktik bagi-bagi fee,” imbuh Zasqia.

Lebih lanjut, Jari Pena memaparkan tiga alasan mengapa mekanisme pemungutan dana PMI di sekolah perlu dihentikan. Pertama, banyak orang tua murid yang masih menghadapi kesulitan ekonomi. Kedua, penetapan jumlah tertentu bertentangan dengan asas kesukarelaan. Ketiga, sekolah seharusnya fokus pada peningkatan mutu pendidikan, bukan dijadikan perpanjangan tangan pemungut dana.

“PMI bisa menggalang dana dengan cara lain yang lebih modern, transparan, dan tidak menekan siswa. Jika dugaan bancakan ini benar, BPK harus berani membuka hasil auditnya ke publik,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pramuka Saka Bhayangkara Jatinegara Turut Amankan Ibadah Natal dan Tahun Baru di 9 Gereja
Respons Cepat Disdik DKI, Siswa di Cengkareng yang Sempat Dipulangkan Kini Kembali Ikuti Ujian
AIPTU HENDRIK TEGUR PELAJAR YANG NONGKRONG, MINTA SEGERA PULANG UNTUK CEGAH KENAKALAN
Integritas Guru Diuji di Tengah Modus Pungutan Berkedok Komite Sekolah
PIK 2 Turun Gunung, Semua SDN Teluknaga Dicat Ulang!
Sekjen DPP LSM GEMPITA Tinjau Sekolah Gratis bagi Anak Kurang Mampu di Cengkareng
PKBM Labora Edukasi Gelar Tes Kemampuan Akademik, Seluruh Peserta Hadir 100 Persen
Bupati Tangerang Resmikan Revitalisasi SDN Kedung Dalam 1 dan 2, Dorong Akses dan Mutu Pendidikan
Berita ini 317 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:52 WIB

Pramuka Saka Bhayangkara Jatinegara Turut Amankan Ibadah Natal dan Tahun Baru di 9 Gereja

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:40 WIB

Respons Cepat Disdik DKI, Siswa di Cengkareng yang Sempat Dipulangkan Kini Kembali Ikuti Ujian

Selasa, 25 November 2025 - 15:56 WIB

AIPTU HENDRIK TEGUR PELAJAR YANG NONGKRONG, MINTA SEGERA PULANG UNTUK CEGAH KENAKALAN

Selasa, 25 November 2025 - 11:04 WIB

Integritas Guru Diuji di Tengah Modus Pungutan Berkedok Komite Sekolah

Kamis, 20 November 2025 - 10:33 WIB

PIK 2 Turun Gunung, Semua SDN Teluknaga Dicat Ulang!

Berita Terbaru

Pemerintahan

Gedung Baru KONI Diresmikan, Bupati Tangerang Pacu Prestasi Atlet

Sabtu, 10 Jan 2026 - 14:03 WIB

Verified by MonsterInsights