Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News — Sisa material proyek pembangunan tembok makam di TPU Kober, Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah sejumlah makam dilaporkan terdampak puing. Petugas PJLP Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta diketahui mengangkut material tersebut untuk dimanfaatkan dalam pembukaan akses jalan di TPU Kebon Nanas.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab kontraktor dalam membersihkan lokasi proyek serta penanganan makam yang terdampak pekerjaan.

Seorang sumber di lapangan mengatakan, pengangkutan puing dilakukan oleh petugas PJLP, meskipun menurutnya pekerjaan tersebut bukan bagian dari tugas mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PJLP yang mengangkut semua sisa-sisa puing tersebut, padahal itu bukan job desk-nya,” ujar sumber tersebut, Minggu (12/10/2026).

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, kewajiban pembersihan lokasi dan pengangkutan sisa material perlu mengacu pada dokumen kontrak serta spesifikasi teknis yang berlaku.

Sejumlah ahli waris mengeluhkan kondisi makam keluarga mereka yang terkena material pembangunan. Mereka meminta pihak terkait memastikan lokasi kembali bersih dan makam yang terdampak ditangani sebagaimana mestinya.

“Ke mana tanggung jawab kontraktor pelaksana dan konsultan? Pekerjaan belum beres kok ditinggal,” keluh seorang ahli waris.

Kepala Satuan Kerja Zona 18 Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Halim, membenarkan bahwa petugas PJLP mengangkut sisa material proyek tembok TPU Kober.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2026) di sebuah warung kopi dekat kantor TPU Kebon Nanas, Halim menjelaskan bahwa material tersebut dibawa untuk membantu pengurukan dan pembukaan akses jalan di lahan baru TPU Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Menurut Halim, akses tersebut diperlukan untuk mengantisipasi musim penghujan sekaligus menyediakan jalur bagi mobil ambulans.

“Jalan akses di TPU Kebon Nanas harus dibuka agar ada jalur untuk mobil ambulans,” ujar Halim.

Ia mengaku telah menyampaikan kepada kontraktor agar sisa material proyek tembok TPU Kober segera diangkut. Namun, ia berinisiatif mengerahkan petugas PJLP Zona 18 untuk memindahkan material tersebut.

“Makanya saya secara inisiatif mengerahkan anak-anak PJLP Zona 18 untuk mengangkat sisa-sisa material puing untuk dibawa ke TPU Kebon Nanas, untuk jalan akses lahan baru di sana,” katanya.

Halim juga menyebut tumpukan material berpotensi disalahgunakan, misalnya untuk melempar batu saat tawuran.

Ahli Waris Mengaku Membersihkan Makam Sendiri.

Keluhan disampaikan Opik, salah seorang ahli waris yang menyebut makam keluarganya terkena material ketika pembangunan tembok berlangsung.

“Saat proses penembokan, makam keluarga saya terkena material sehingga harus saya bersihkan pelan-pelan. Seharusnya pekerja proyek tersebut yang melaksanakan pembersihan,” ujar Opik kepada jurnalis di lokasi.

Atas kondisi tersebut, pihak terkait diminta memeriksa dampak pekerjaan terhadap makam dan memastikan penanganan dilakukan sesuai kebutuhan.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta diharapkan memeriksa pelaksanaan proyek, termasuk kewajiban kontraktor dalam membersihkan lokasi, peran konsultan pengawas, serta penanganan material yang tersisa.

Apabila pembersihan dan pengangkutan puing merupakan kewajiban kontraktor berdasarkan dokumen kontrak, penyedia jasa perlu diminta menyelesaikannya sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, tindak lanjut dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan aturan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, identitas kontraktor pelaksana, nilai kontrak, dan tanggapan konsultan pengawas belum diperoleh. Mata Aktual News membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi kontraktor, konsultan pengawas, serta instansi terkait.

Persoalan sisa material proyek di area pemakaman perlu mendapat perhatian karena menyangkut kebersihan fasilitas umum, kenyamanan ahli waris, dan kejelasan tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan.

Pemeriksaan dokumen kontrak dan klarifikasi dari pihak terkait diperlukan untuk memastikan apakah pembersihan lokasi merupakan kewajiban kontraktor serta apakah pengerahan PJLP untuk memindahkan material telah sesuai prosedur.

Mata Aktual News memandang penting adanya penjelasan terbuka dan penyelesaian yang terukur agar keluhan ahli waris ditangani, kondisi makam dipulihkan, dan tanggung jawab setiap pihak menjadi jelas berdasarkan fakta serta ketentuan yang berlaku.

Reporter: Amor
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan
Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?
Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif
PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks
Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja
Pramono-Mamdani Adu Jurus Atasi Problem Kota: Macet, Banjir Sampai Jakarta Bond
JT 51 Bujana Tirta Misterius, Lurah Pisangan Timur: Kami Tak Tahu dan Tak Pernah Rekomendasikan
Taman Kok Jadi Bisnis BUMD? KPKB Sentil Distamhut: Dasar Hukumnya Mana?
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:46 WIB

PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights