Bitung | Mata Aktual News — Di tengah tantangan kebinekaan dan dinamika sosial yang terus menguji persatuan, Persatuan Organisasi Lintas Adat, Agama, dan Budaya (POLA) memilih merawat harmoni. Organisasi ini menggelar open house lintas agama sebagai wujud komitmen menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Bitung.

Kegiatan digelar di Sekretariat POLA lantai dua, Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sabtu (17/1/2026) sore. Sejumlah tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya, hingga awak media tampak hadir dalam suasana akrab dan penuh kehangatan.
Ketua Umum POLA, Puboksa Hutahean, menegaskan bahwa open house yang dirangkaikan dengan doa berantai lintas agama ini bukan sekadar seremoni awal tahun, melainkan bentuk nyata menjaga ruang kebersamaan di tengah keberagaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Open house ini kami laksanakan untuk mempererat silaturahmi memasuki tahun 2026. Kami ingin kebersamaan lintas adat dan agama terus terawat, bukan hanya di acara simbolik, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar
Puboksa dalam sambutannya.
Ia menambahkan, doa berantai lintas agama digelar sebagai harapan agar tahun 2026 menjadi tahun yang damai, memperkuat persaudaraan, serta membawa kemajuan bagi Kota Bitung.
“Semoga Bitung semakin maju, masyarakatnya makmur dan sejahtera, serta kehidupan antarumat beragama semakin rukun dan indah,” katanya.
Tak hanya bicara soal harmoni, POLA juga menegaskan perannya sebagai organisasi sosial yang berpihak pada keadilan. Puboksa menyebut, tahun 2026 POLA akan fokus menuntaskan perjuangan keadilan bagi para karyawati eks PT Multi Rempah Sulawesi yang hingga kini masih berproses.
“Persoalan karyawati eks Multi Rempah Sulawesi harus tuntas. Ini menjadi prioritas kami dan kami targetkan selesai sebelum bulan puasa,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, POLA menyatakan dukungan terhadap program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun dukungan itu disertai komitmen pengawasan ketat agar program benar-benar menyentuh kepentingan rakyat.
“Kami mendukung MBG, tapi juga akan mengawal pelaksanaannya. Gizi anak-anak harus berkualitas dan penggunaan uang pajak rakyat harus transparan serta sesuai aturan,” ujar Puboksa dengan nada tegas.
Acara open house ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Di tengah situasi sosial yang kerap memanas akibat perbedaan, langkah POLA ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan toleransi bukan sekadar jargon, tetapi harus terus dirawat dari ruang-ruang perjumpaan seperti ini.
Reporter: M. Aditya Prayuda
Editor: Ryan Rinaldi







